(CO(NH₂)₂)

Dapatkan Penawaran Harga Terbaik Hari Ini!
Hubungi kami via WhatsApp: +62 878-5984-7625 | Email: makrochm@dnet.net.id
Urea 46% NITREA — ex Pupuk Kujang & Petrokimia Gresik | Distributor Jakarta
CO(NH2)2 | N 46% — Tertinggi di Antara Semua Pupuk N Tunggal | Biuret Max 1% | 100% Larut | ex Pupuk Kujang (NITREA) & Petrokimia Gresik | SNI 2801:2010 | Pertanian • Perkebunan • Fertigasi • Hidroponik • Industri | 50 kg/Bag
Apa itu Urea 46% (CO(NH2)2)?
Urea (CO(NH2)2) — dikenal juga sebagai Carbamide atau Pupuk Urea — adalah pupuk nitrogen (N) tunggal dengan kandungan N tertinggi di antara semua jenis pupuk N (46%), berbentuk prill (butiran bola kecil) putih atau pink, 100% larut dalam air, dan merupakan pupuk nitrogen paling banyak digunakan di dunia maupun di Indonesia. Setiap 100 kg urea menyumbangkan 46 kg nitrogen aktif ke tanaman — jauh lebih efisien secara berat dari ZA (21% N), KNO3 (13.8% N), atau Ca(NO3)2 (15.5% N).
PT Makro Chemindo adalah distributor resmi Urea 46% dari dua produsen pupuk nasional terbesar dalam Grup Pupuk Indonesia Holding Company (PIOC): PT Pupuk Kujang (Cikampek, Jawa Barat) dengan merek NITREA, dan PT Petrokimia Gresik (Gresik, Jawa Timur). Kedua produsen adalah BUMN kebanggaan Indonesia yang memproduksi urea berkualitas tinggi sesuai SNI 2801:2010 dengan kadar N minimal 46% dan biuret maksimal 1%.
| ✓ N 46% — kadar nitrogen tertinggi di semua pupuk N tunggal | 1 bag 50 kg = 23 kg N aktif. Paling ekonomis per kg N ✓ Biuret Max 1% — aman untuk semua tanaman | Biuret adalah pengotor toksik; max 1% SNI aman bahkan untuk tanaman sensitif seperti jeruk dan tembakau ✓ 100% larut dalam air | Tidak ada residu. Cocok untuk fertigasi tetes, hidroponik, dan foliar spray ✓ 2 Pilihan: NITREA Kujang & Petrokimia Gresik | Dua produsen BUMN terpercaya dari satu vendor. Pilih sesuai wilayah dan kebutuhan ✓ SNI 2801:2010 tersertifikasi | Standar Nasional Indonesia — kualitas terjamin dan konsisten setiap batch ✓ 50 kg/bag (NITREA) | Stok Jakarta & Tangerang | Pengiriman seluruh Indonesia termasuk ke perkebunan dan kawasan industri |
Specifications :
| Item | Result | |
| N | % | 46 |
| Packing | : 50 Kgs per Bag |
| Origin | : Lokal |
| Ex | : Petrokimia |
Jual Urea Pupuk Indonesia (Pupuk Kujang & Petrokimia Gresik)
Urea Pupuk Indonesia adalah pupuk nitrogen dengan kandungan N 46% yang diproduksi oleh Pupuk Kujang dan Petrokimia Gresik. Pupuk ini termasuk dalam kategori pupuk subsidi maupun nonsubsidi yang paling banyak digunakan di sektor pertanian Indonesia.
Urea memiliki bentuk butiran kristal berwarna putih, mudah larut dalam air, dan sangat efektif meningkatkan pertumbuhan tanaman, baik untuk tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, maupun hidroponik.
Tentang Dua Produsen — Pupuk Kujang (NITREA) dan Petrokimia Gresik
1. Pupuk Kujang — NITREA (Cikampek, Jawa Barat)
PT Pupuk Kujang Cikampek adalah anak perusahaan Pupuk Indonesia Holding Company (PIOC) yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat. Didirikan 1975, Pupuk Kujang memproduksi urea dan amonia dengan kapasitas ~570.000 ton urea/tahun. Urea non-subsidi dipasarkan dengan merek eksklusif NITREA — sangat dikenal di kalangan petani hortikultura Jawa Barat, nursery, dan industri Jabodetabek.
| Keunggulan NITREA Kujang: • Merek NITREA established di Jabodetabek & Jawa Barat — referensi kualitas urea non-subsidi premium di pasar hortikultura Lembang, Cianjur, Garut, dan seluruh Jabodetabek. • Juga tersedia kemasan 25 kg — lebih praktis untuk nursery, petani kecil, dan pengguna hortikultura skala menengah yang tidak memerlukan 50 kg sekaligus. • Lokasi Cikampek — distribusi cepat ke Jabodetabek — leadtime sangat pendek untuk pengiriman ke seluruh wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. |
2. Petrokimia Gresik (Gresik, Jawa Timur)
PT Petrokimia Gresik adalah perusahaan pupuk terbesar dan terlengkap di Indonesia, bagian dari Pupuk Indonesia Holding. Didirikan 10 Juli 1972, kapasitas urea ~460.000 ton/tahun. Dengan jaringan distribusi terluas di Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi, dan seluruh Indonesia Timur, Urea Petrokimia Gresik adalah pilihan utama petani dan perkebunan di kawasan tersebut. Petrokimia Gresik juga memproduksi lebih dari 60 produk pupuk dan bahan kimia industri.
| Keunggulan Urea Petrokimia Gresik: • Distribusi terluas di Indonesia Timur — jaringan kios resmi sangat kuat di Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi, NTT, dan Papua. Pilihan utama perkebunan sawit dan karet di wilayah ini. • Brand trust tertinggi di Jawa Timur — bagi petani Jawa Timur dan Indonesia Timur, ‘Urea Petrokimia’ adalah standar pupuk nitrogen. Trust dan loyalitas brand sangat tinggi. • Portofolio pupuk terlengkap — Petrokimia Gresik juga memproduksi SP-36, Phonska NPK, ZA, ZK, dan berbagai pupuk majemuk — kemudahan procurement semua pupuk dari satu BUMN. |
Perbandingan Urea NITREA (Kujang) vs Urea Petrokimia Gresik
Keduanya memenuhi SNI 2801:2010 dengan N 46% dan biuret max 1% — perbedaan hanya pada produsen, merek, kemasan, dan kekuatan distribusi wilayah:
| Parameter | NITREA — ex Pupuk Kujang | Urea — ex Petrokimia Gresik |
| Produsen | PT Pupuk Kujang Cikampek | PT Petrokimia Gresik |
| Lokasi Pabrik | Cikampek, Jawa Barat | Gresik, Jawa Timur |
| Grup Perusahaan | Pupuk Indonesia Holding (PIOC) | Pupuk Indonesia Holding (PIOC) |
| Merek Non-Subsidi | NITREA — merek eksklusif urea non-subsidi Kujang | Urea Petrogresik / Urea Pertanian Petrokimia |
| Kadar Nitrogen (N) | Min 46% | Min 46% |
| Kadar Biuret | Max 1% | Max 1% |
| Kadar Air | Max 0.5% | Max 0.5% |
| Bentuk Fisik | Prill bulat kecil (uncoated) | Prill/butiran tidak berdebu |
| Warna Non-Subsidi | Pink/merah muda — ciri khas NITREA | Putih |
| Warna Subsidi | Pink (sesuai PP No.38/2020) | Pink (sesuai PP No.38/2020) |
| Kemasan | 25 kg & 50 kg bag | 50 kg bag |
| Standar SNI | SNI 2801:2010 | SNI 2801:2010 |
| Kapasitas Produksi | ~570.000 ton urea/tahun | ~460.000 ton urea/tahun |
| Kekuatan distribusi | Jawa Barat, Banten, DKI, Sumatera bagian selatan | Jawa Timur, Jawa Tengah, Indonesia Timur |
| Cocok untuk | Fertigasi & hortikultura Jabodetabek–Jabar, kemasan 25 kg praktis | Pertanian umum, perkebunan, area Jatim & Indonesia Timur |
| Panduan Memilih NITREA Kujang vs Petrokimia Gresik: • Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Sumatera Selatan — NITREA Kujang lebih mudah tersedia, leadtime pendek, juga ada kemasan 25 kg yang lebih fleksibel. • Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi, Indonesia Timur — Urea Petrokimia Gresik lebih banyak tersedia dan lebih dikenal petani di wilayah ini. • Kualitas teknis — IDENTIK SEMPURNA. Kedua produsen SNI 2801:2010 dengan N 46%, biuret max 1%, moisture max 0.5%. Tidak ada perbedaan performa agronomis sama sekali. |
Mengapa Biuret Max 1% Adalah Jaminan Keamanan Tanaman:
• Biuret terbentuk saat produksi urea berlangsung terlalu panas — dalam sintesis urea (CO2 + 2NH3 → urea + H2O), suhu berlebih atau waktu reaksi terlalu panjang menghasilkan biuret (NH2-CO-NH-CO-NH2) dari dua molekul urea yang bergabung. Biuret tidak bernilai nutrisi untuk tanaman.
• Biuret >1% menyebabkan leaf scorch (daun hangus) — terutama saat aplikasi foliar. Tanaman paling sensitif: jeruk (citrus), tembakau, dan anggur. Untuk aplikasi foliar intensif pada tanaman ini: cari urea low biuret <0.5%.
• Kedua produsen BUMN konsisten mempertahankan biuret <1% — proses produksi yang dikendalikan ketat memastikan biuret tidak melampaui batas SNI.
Cara Kerja Urea di Tanah — Hidrolisis, Nitrifikasi, dan Risiko Kehilangan N
| Perjalanan Urea dari Aplikasi hingga Diserap Tanaman: • Step 1 — Hidrolisis (1-7 hari): CO(NH2)2 + H2O + urease → 2NH4+ + CO32- — enzim urease dari mikroba tanah mengkatalisis hidrolisis urea menjadi ammonium (NH4+). Proses lebih cepat di tanah hangat dan lembab dengan aktivitas mikroba tinggi. NH4+ bisa langsung diserap tanaman. • Step 2 — Nitrifikasi (7-14 hari): NH4+ → NO2- → NO3- — bakteri Nitrosomonas dan Nitrobacter mengoksidasi NH4+ menjadi nitrit lalu nitrat. NO3- adalah bentuk N paling cepat diserap akar dalam kondisi aerob. • Risiko kehilangan N dan cara mencegahnya — (1) Volatilisasi NH3: NH4+ di permukaan tanah basa (pH >7) dapat menguap. Pencegahan: BENAM SEGERA atau siram setelah aplikasi. (2) Leaching NO3-: nitrat tidak tertahan koloid tanah, mudah tercuci hujan lebat. Pencegahan: SPLIT APPLICATION 2-3x dan hindari aplikasi sebelum hujan lebat. (3) Denitrifikasi: pada tanah tergenang (sawah), NO3- diubah menjadi N2 gas. Pencegahan: benam urea dalam bentuk tablet/super granul di sawah tergenang. |
| Panduan Memilih Sumber N: • Urea — pilihan utama pupuk N massal — N 46% tertinggi, harga termurah per kg N. Untuk padi, jagung, tebu, sawit, dan semua tanaman yang memerlukan N besar. • KNO3 — fertigasi hortikultura premium — N-Nitrat langsung tersedia + K. Lebih mahal tapi ideal untuk sistem drip di mana N tidak perlu hidrolisis. Tomat, melon, stroberi. • Ca(NO3)2 — hidroponik dan fertigasi butuh Ca — satu-satunya sumber Ca larut untuk fertigasi. Formula standar hidroponik. • ZA — tanaman butuh S — untuk bawang, bawang putih, tebu, cabai. S dalam ZA meningkatkan rasa dan aroma. |
Kegunaan Urea 46% NITREA / Petrokimia Gresik
1. Pupuk Nitrogen Utama — Pertanian & Perkebunan
Urea adalah pupuk nitrogen paling dominan di Indonesia — digunakan untuk hampir semua komoditas pertanian dan perkebunan. Padi sawah adalah konsumen terbesar (kebutuhan N padi 200-350 kg urea/ha/musim x luas padi nasional ~15 juta ha = kebutuhan nasional sangat besar). Selain padi, urea digunakan untuk jagung, tebu, kelapa sawit, karet, kopi, kakao, tembakau, singkong, sayuran, dan buah-buahan.
2. Fertigasi — Sumber N via Irigasi Tetes
Urea 100% larut menjadikannya cocok untuk sistem fertigasi (fertilisasi melalui irigasi tetes). Dalam sistem drip, urea dilarutkan dalam tangki fertigasi dan didosing langsung ke zona akar. Keunggulan: harga per kg N paling murah, larut sempurna tanpa residu di emitter, konsentrasi N tinggi = volume larutan kecil. Catatan penting: urea perlu 1-3 hari hidrolisis di tanah — untuk kebutuhan N segera, kombinasikan dengan Ca(NO3)2 atau KNO3.
3. Foliar Spray — Koreksi Defisiensi N Cepat
Larutan urea 1-2% (10-20 g/L) disemprotkan ke daun untuk koreksi defisiensi N yang cepat. Urea masuk melalui stomata dan langsung dimetabolisme. Efek terlihat 3-7 hari — jauh lebih cepat dari aplikasi tanah. Efisiensi serapan foliar 70-90% vs 30-50% via tanah. Gunakan urea biuret <0.5% untuk tanaman sensitif (jeruk, tembakau, anggur).
4. Hidroponik — Sumber N Ekonomis Fase Vegetatif
Urea bisa digunakan sebagai sumber N dalam hidroponik dengan catatan: urea terurai menjadi NH4+ yang bisa menurunkan pH larutan dan toksik bila berlebih. Untuk sistem hidroponik sederhana: tambahkan urea sebagai suplemen N murah (10-20% dari total N), sisanya dari Ca(NO3)2 dan KNO3. Pantau pH dan EC secara rutin.
5. Industri — Resin UF, AdBlue, Pakan Ternak
Di luar pertanian: (1) Resin Urea-Formaldehida (UF) — bahan baku plywood, MDF, particleboard, dan adhesive kayu. (2) AdBlue/DEF (32.5% larutan urea) — sistem SCR mesin diesel Euro 4/5/6 untuk reduksi emisi NOx. Untuk AdBlue diperlukan urea teknis grade khusus (biuret <0.3%, Fe rendah). (3) NPN pakan ternak ruminansia — suplemen protein murah dalam TMR sapi dan kerbau.
Kegunaan lainnya:
- Bahan baku melamin dan produk kimia turunan urea
- Kosmetik — urea sebagai moisturizing agent dalam krim dan lotion
- Laboratorium — denaturant protein, reagen urease, media kultur
| Tips Kritis Pemupukan Urea — 5 Aturan Emas: • SPLIT APPLICATION — bagi 2-3x — bukan sekali besar. Split meningkatkan efisiensi N 15-30% dan mengurangi risiko leaching dan volatilisasi. • BENAM atau SIRAM segera setelah aplikasi — urea di permukaan menghasilkan amonia yang menguap. Dorong ke dalam tanah untuk mencegah volatilisasi. • HINDARI saat hujan lebat akan turun — hujan ringan setelah aplikasi bagus (membantu dissolving). Hujan lebat mencuci nitrat ke lapisan dalam. • JARAK 5 cm dari benih/bibit — amonia dari hidrolisis urea langsung di dekat benih bisa merusak perkecambahan. • SIMPAN di tempat kering (RH <75%) — urea menyerap uap air dari udara di atas critical RH 75% dan menggumpal. Kemasan selalu tertutup rapat. |
| Membedakan Defisiensi N vs Mg vs S — Sering Dikacaukan: • Defisiensi N — DAUN TUA kuning MERATA dari ujung ke pangkal, seluruh daun menguning. N sangat mobile — ditarik dari daun tua ke pertumbuhan baru. Dimulai dari daun bawah/tua. • Defisiensi Mg — DAUN TUA interveinal chlorosis: TULANG DAUN tetap hijau, jaringan ANTARA tulang daun menguning. Pola ‘tulang ikan’ hijau di atas latar kuning = khas defisiensi Mg. • Defisiensi S — DAUN MUDA (pucuk) kuning atau hijau pucat. Berbeda dari N/Mg yang dimulai dari daun tua. S tidak mobile. Solusi: ZA atau K2SO4, bukan urea. |
| Hubungi Kami untuk Penawaran Urea NITREA & Petrokimia Gresik WhatsApp: +62 878-5984-7625 | Telp: +62 21 4584-5230 | makrochm@dnet.net.id |
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Q: Apa perbedaan urea subsidi dengan urea non-subsidi (NITREA)? Bolehkah dibeli bebas?
A: Secara kimia IDENTIK — N 46%, biuret max 1%, SNI 2801:2010. Perbedaannya: Urea Subsidi: harga pemerintah (jauh lebih murah), khusus petani lahan <2 ha, melalui RDKK di kios resmi, diawasi ketat. Urea Non-Subsidi (NITREA Kujang/Petrokimia): harga pasar, bebas dibeli siapa saja — perusahaan, perkebunan besar, industri, atau distributor tanpa batasan. PT Makro Chemindo menjual urea NON-SUBSIDI yang bisa dibeli oleh semua kalangan tanpa batasan.
Q: Apakah urea bisa digunakan untuk sistem hidroponik NFT atau DWC?
A: Ya, dengan catatan: (1) Urea perlu hidrolisis menjadi NH4+ terlebih dahulu — dalam air tanpa media tanah, proses ini lebih lambat karena tidak ada enzim urease tanah. (2) NH4+ berlebihan menurunkan pH dan bisa toksik >50-100 mg/L. Rekomendasi praktis: untuk hidroponik presisi (NFT, DWC), gunakan Ca(NO3)2 + KNO3 sebagai sumber N utama, tambahkan urea maksimal 10-20% dari total N untuk penghematan biaya. Untuk fertigasi dengan media (cocopeat, rockwool): urea lebih aman karena media mendukung aktivitas urease. Monitor pH dan EC rutin.
Q: Berapa dosis urea untuk kelapa sawit dan kapan waktu aplikasinya?
A: TBM (Tanaman Belum Menghasilkan): TBM1 (tahun ke-1): 200-300 g/pohon/tahun dibagi 2-3 aplikasi. TBM2: 400-600 g/pohon/tahun. TBM3: 600-900 g/pohon/tahun. TM (Tanaman Menghasilkan, >3 tahun): 750-2000 g/pohon/tahun tergantung produksi TBS dan analisis daun. Waktu terbaik: awal musim hujan (Oktober-November) dan akhir musim hujan (Maret-April). Cara aplikasi: tabur merata di piringan (radius 1-2 m TBM, 2-3 m TM). Kombinasikan dengan KCl (K), SP-36/TSP (P), dan Kieserite (Mg) untuk program N-P-K-Mg lengkap.
Q: Berapa konsentrasi urea yang aman untuk foliar spray?
A: Konsentrasi umum: 1-2% (10-20 g per liter air) untuk sebagian besar tanaman. Maksimum aman: 3% untuk tanaman toleran (jagung, tebu, rumput). Tanaman sensitif biuret (jeruk, tembakau, anggur): gunakan 0.5-1% dan pastikan biuret <0.5%. Waktu terbaik: sore atau pagi hari saat stomata terbuka, hindari siang terik. Frekuensi: 2-3x dengan interval 7-10 hari untuk koreksi defisiensi akut. Efektivitas: 70-90% N diserap daun dalam 24-48 jam — jauh lebih cepat dari aplikasi tanah.
Q: Apa itu ‘split application’ urea dan mengapa penting?
A: Split application adalah pembagian dosis urea menjadi 2-3 kali aplikasi selama siklus tanam, bukan sekali dalam dosis besar. Contoh untuk padi (total 300 kg urea/ha): Aplikasi 1 (saat tanam): 100 kg, Aplikasi 2 (anakan aktif, 21-30 hari): 100 kg, Aplikasi 3 (primordial, 45-55 hari): 100 kg. Mengapa split lebih baik: (1) Mengurangi volatilisasi — dosis kecil berarti konsentrasi NH3 di permukaan tanah lebih rendah. (2) Mengurangi leaching — NO3- dari dosis kecil diserap tanaman sebelum sempat tercuci oleh hujan. (3) Sinkronisasi dengan kebutuhan tanaman — N diberikan saat tanaman betul-betul membutuhkan, bukan saat masih belum aktif. Hasil penelitian: split application meningkatkan efisiensi N 15-30% dibanding sekali aplikasi besar.
Q: Berapa MOQ dan pengiriman ke seluruh Indonesia?
A: MOQ adalah 1 ton (20 bag x 50 kg). Program kontrak bulanan tersedia untuk perkebunan dan pabrik pupuk NPK. Estimasi pengiriman: Jabodetabek 1-2 hari, Jawa 2-4 hari, Sumatera 4-7 hari, Kalimantan 5-8 hari, Sulawesi 6-10 hari. Keunggulan distribusi: sebagai produk BUMN lokal (Cikampek dan Gresik), tidak ada risiko impor, leadtime terprediksi. Tidak ada batasan B3 untuk urea — pengiriman dengan armada biasa. Untuk kawasan perkebunan di Kalimantan dan Sumatera: tersedia opsi pengiriman ke dermaga untuk pemuatan kapal.
Produk Terkait
Pelanggan yang memesan Urea juga sering membutuhkan:
- MAP (Mono Ammonium Phosphate) — sumber N+P untuk starter fertilizer dan fertigasi fase awal
- KNO3 (Potassium Nitrate) 99% — sumber K+N untuk fertigasi hortikultura dan hidroponik
- MgSO4.7H2O (Kieserite/Epsom Salt) — sumber Mg+S untuk program pemupukan sawit dan hortikultura
- KCl (Potassium Chloride) 97% — sumber K untuk program pemupukan N-K sawit, padi, dan tebu
Lihat seluruh katalog produk di: makrochemindo.com/our-products