Sodium Metabisulphite

(Na2S2O5)

Dapatkan Penawaran Harga Terbaik Hari Ini!

Hubungi kami via WhatsApp: +62 878-5984-7625  |  Email: makrochm@dnet.net.id

Sodium Metabisulphite (Na2S2O5) 97% ex Yunfeng China — Distributor & Supplier Jakarta

Na2S2O5 / SMBS  |  97.2% Aktual  |  SO2 65.2%  |  ex Hunan Yunfeng Technology Co. Ltd China  |  Deklorinasi RO • Pengawet Wine & Pangan • Tekstil • IPAL Cr6+  |  25 kg/Bag

Apa itu Sodium Metabisulphite (Na2S2O5) / SMBS?

Sodium Metabisulphite (Na2S2O5) — dikenal juga sebagai SMBS, Sodium Pyrosulphite, Sodium Metabisulfite, atau Natrium Metabisulfit — adalah garam sulfit anorganik berbentuk kristal atau bubuk putih kekuningan yang merupakan sumber SO2 (Sulfur Dioksida) yang paling stabil, praktis, dan ekonomis untuk berbagai aplikasi industri. Setiap kilogram SMBS mengandung ~65% SO2 aktif yang dilepaskan saat larut dalam air atau bereaksi dengan asam atau klorin.

SMBS memiliki tiga fungsi kimia utama yang menjadikannya bahan serbaguna: (1) Reducing agent / antioksidan — mereduksi senyawa teroksidasi dan mencegah oksidasi lanjutan, (2) Antimikroba — menghambat pertumbuhan bakteri dan yeast melalui SO2 yang dilepaskan, dan (3) Dechlorinating agent — mereaksikan dan menghilangkan klorin aktif dari air. PT Makro Chemindo menyediakan SMBS 97% ex Yunfeng — Hunan Yunfeng Technology Co. Ltd, perusahaan high-tech China dengan bisnis utama sodium metabisulphite, kapasitas produksi 50.000 MT/tahun, sertifikasi CCIC, CIQ, dan ISO.

Tentang Produsen: Hunan Yunfeng Technology Co. Ltd

Hunan Yunfeng Technology Co. Ltd (Changsha, Hunan, China) adalah perusahaan high-tech yang memiliki sodium metabisulphite sebagai bisnis utama. Sepenuhnya diinvestasikan oleh Changsha Xiangyue Chemical Co., Ltd, Yunfeng adalah salah satu produsen dan eksportir SMBS terbesar di China dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dalam industri sulfit.

Specifications :

ItemResult
NA2S2O5 %97.2
Fe %0.0025
Water Insoluble %0.021
As%0.0001
Heavy Metals ppm0.0003
Ph4.2
SO2%65.2
AppearanceWhite to slightly yellowish crystalline
powder
Packing: 25 Kgs per Bag
Origin: RRC
Ex: Yunfeng

Jual Sodium Metabisulphite (SMBS) ex Yunfeng – Distributor Kalibrasi Industri & Food Grade di Indonesia

Sodium Metabisulphite (SMBS), juga dikenal sebagai nata rumahan sebagai Antioksidan, Pengawet, dan Agen Pengikat, tersedia dalam grade industri, food grade, serta fotografi dan farmasi, dengan kemurnian optimal dan kualitas konsisten. Produk ex Yunfeng adalah pilihan tepercaya karena diproduksi oleh Hunan Yunfeng Technology Co., Ltd, perusahaan raksasa kimia dengan sertifikasi ISO dan pengalaman lebih dari 50 tahun.

Kimia SMBS: Tiga Mekanisme Kerja Utama

Memahami kimia SMBS menjelaskan mengapa satu produk bisa digunakan untuk begitu banyak aplikasi yang berbeda:

Mekanisme 1: Deklorinasi (Dechlorination)   Na2S2O5 + 2Cl2 + 3H2O → 2NaHSO4 + 4HCl. Laju reaksi sangat cepat — dalam hitungan detik. Rasio stoikiometri: 1.46 mg SMBS per 1 mg Cl2. Ini adalah prinsip kerja SMBS dalam sistem pre-treatment RO: menghilangkan klorin residual yang akan merusak membran RO poliamiida.
Mekanisme 2: Antioksidan & Pengawet (melalui SO2)   Na2S2O5 + H2O → 2NaHSO3 → H2SO3 + Na2SO3. SO2 dan HSO3- yang dilepaskan bekerja sebagai: (1) Antioksidan — bereaksi dengan O2 terlarut sebelum O2 mengoksidasi senyawa fenolik (browning). (2) Antimikroba — SO2 molekuler menembus membran sel mikroba, menghambat enzim vital (glycolytic enzymes), dan membunuh bakteri, yeast, dan mold. Efektivitas antimikroba meningkat drastis pada pH rendah (pH <4) karena lebih banyak SO2 molekuler bebas terbentuk.
Mekanisme 3: Reducing Agent (Reduksi Logam Berat)   Cr2O72- + 3S2O52- + 4H+ → 2Cr3+ + 3S2O62- + 2H2O (pada pH asam). SMBS mereduksi Cr6+ (chromium heksavalen — sangat toksik dan karsinogenik) menjadi Cr3+ (chromium trivalen — jauh lebih tidak toksik, bisa diendapkan). Proses berlangsung optimal pada pH 2-3. Ini adalah aplikasi critical dalam IPAL industri galvanis, pelapisan logam, dan penyamakan kulit.

Mengapa SMBS adalah Pilihan Terbaik untuk Deklorinasi vs Alternatif Lain:

• vs Sodium Bisulphite cair  — SMBS padat jauh lebih mudah disimpan dan ditangani dari bisulphite cair yang tidak stabil dan memerlukan tangki khusus. SMBS bisa disimpan berbulan-bulan; bisulphite larutan kehilangan efektivitas dalam 24-48 jam.

• vs Filter Karbon Aktif  — karbon aktif (GAC/PAC) bisa menghilangkan klorin secara efektif, tapi memerlukan investasi infrastruktur (vessel, media, regenerasi/penggantian). SMBS adalah solusi dosing kimia yang lebih fleksibel dan lebih mudah dikontrol secara proporsional dengan Cl residual.

• vs Sodium Sulphite  — Na2SO3 bereaksi lebih lambat dengan klorin dari SMBS. Pada dosis yang sama, SMBS lebih efisien. Juga, SMBS mengandung SO2 ekuivalen lebih tinggi per unit berat.

Kegunaan Sodium Metabisulphite (SMBS) 97% ex Yunfeng

1. Deklorinasi Sistem RO & Water Treatment — Aplikasi Industri Terpenting

SMBS adalah dechlorinating agent standar untuk sistem Reverse Osmosis (RO) di WTP, industri pangan & minuman, farmasi, dan elektronik. Membran RO poliamiida hancur oleh klorin bebas — SMBS mengeliminasi klorin sebelum masuk membran dengan reaksi yang hampir instan. Proses: larutan SMBS 5-10% didosing via metering pump ke aliran air setelah filter karbon aktif (atau sebagai pengganti filter karbon), dengan dosis dihitung berdasarkan Cl residual terukur. Verifikasi dengan DPD test kit bahwa Cl = 0 sebelum masuk membran.

2. Pengawet Wine & Industri Minuman Beralkohol

Ini adalah aplikasi paling ikonik SMBS di industri pangan premium. SO2 dari SMBS adalah pengawet wine yang paling penting — sudah digunakan sejak zaman Romawi kuno. Fungsi dalam wine: (1) Antimikroba — membunuh bakteri asam asetat (acetobacter) yang mengubah wine menjadi cuka, dan menghambat fermentasi liar. (2) Antioksidan — mencegah browning oksidatif dan preservasi aroma segar wine. (3) Anti-enzimatis — menghambat polyphenol oxidase yang menyebabkan browning. Dosis standar winemaking: 50-100 ppm SO2 total dalam must (sebelum fermentasi), 25-50 ppm free SO2 dalam wine setelah botling.

3. Industri Pangan — Antioksidan & Pengawet (INS 223)

SMBS food grade adalah food additive INS 223 / E223 yang diizinkan oleh Codex Alimentarius untuk: buah dan sayuran kering (mencegah browning — pencoklatan enzimatis), udang dan seafood (mencegah melanosis / black spot), jus buah dan minuman, kentang olahan dan french fries frozen, wine, bir, dan cider. Mekanisme: SO2 dari SMBS menghambat enzim polyphenol oxidase yang mengkatalis browning oksidatif. PERHATIAN: produk yang mengandung sulfit >10 mg/kg WAJIB dicantumkan ‘mengandung sulfit’ (may contain sulphites) pada label karena dapat menyebabkan reaksi pada orang dengan asma atau hipersensitif sulfit.

4. Industri Tekstil — Dechlorinasi & Anti-klorin

Setelah proses bleaching kain kapas menggunakan NaOCl, sisa klorin aktif WAJIB dihilangkan sebelum pencelupan dengan reaktif dye. Sisa klorin akan mengoksidasi dan merusak molekul dye, menghasilkan warna yang tidak konsisten dan pudar. SMBS adalah agen dechlorinasi standar industri tekstil: larutkan SMBS dalam air, tambahkan ke bak setelah bleaching, verifikasi klorin = 0 dengan starch-iodide test paper, baru lanjut ke proses pencelupan.

5. IPAL Industri — Reduksi Cr6+ (Chromium Heksavalen)

Industri galvanis (electroplating), pelapisan logam, dan penyamakan kulit menghasilkan air limbah yang mengandung Cr6+ — senyawa yang sangat toksik dan karsinogenik yang tidak boleh dibuang ke lingkungan. SMBS adalah reducing agent standar untuk mereduksi Cr6+ menjadi Cr3+ yang tidak toksik dan bisa diendapkan: dosing SMBS ke bak limbah pada pH 2-3, reaksi lengkap dalam 10-30 menit, lalu naikkan pH 8-9 dengan kapur/NaOH untuk mengendapkan Cr(OH)3. Sludge Cr(OH)3 dikumpulkan dan dikelola sebagai limbah B3.

6. Industri Gula — Anti-browning & Pemutihan

SMBS digunakan dalam proses pemurnian gula untuk mencegah browning (pencoklatan) akibat reaksi Maillard dan karamelisasi selama kristalisasi. Menghasilkan gula rafinasi putih premium dengan warna yang lebih putih dan bersih. Juga digunakan dalam produksi kelapa kering (desiccated coconut) untuk mencegah browning selama pengeringan.

Kegunaan lainnya:

  • Industri karet — antioksidan dalam lateks, mencegah vulkanisasi prematur
  • Metalurgi — presipitasi emas dari larutan asam auric (proses recovery gold)
  • Industri foto/film — komponen fixer fotografi hitam-putih analog
  • Farmasi — antioksidan dalam formulasi injeksi dan anestesi lokal
  • Industri kertas — dechlorinasi dan brightening pulp mekanik
  • Pertambangan emas — agen untuk sianida destruction dalam tailing tambang

Keunggulan Produk SMBS ex Yunfeng dari Kami

  1. Kualitas tinggi – grade food dan industrial yang tepercaya.
  2. Produsen Negeri – diproduksi langsung oleh Yunfeng, tanpa perantara
  3. Stok terjamin – pengiriman cepat ke seluruh Indonesia.
  4. Harga kompetitif – khusus untuk pembelian grosir & kontrak jangka panjang.
Hubungi Kami untuk Penawaran SMBS Yunfeng & Konsultasi Teknis Gratis WhatsApp: +62 878-5984-7625  |  Telp: +62 21 4584-5230  |  makrochm@dnet.net.id 

Area Layanan Kami di Indonesia

Melayani distribusi ke kota industri dan pusat suplai, antara lain:
Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Makassar, Balikpapan, Palembang, Denpasar, Aceh, Batam, dan lokasi lainnya sesuai permintaan.

Penyimpanan & Penanganan

  • Simpan di ruang kering, berventilasi, dan jauh dari panas.
  • Hindari kontak langsung; gunakan APD untuk mencegah iritasi dari gas SO₂ yang dilepaskan.

FAQ – Banyak Ditanyakan

  1. Q: Apa perbedaan Sodium Metabisulphite (SMBS), Sodium Bisulphite, dan Sodium Sulphite?
  2. A: Ketiganya adalah senyawa sulfit yang berbeda meskipun sering dipertukarkan: Sodium Metabisulphite Na2S2O5 (SMBS): bentuk padat yang stabil, SO2 setara 65%, mudah disimpan berbulan-bulan. Ini produk yang dijual Makro Chemindo ex Yunfeng. Paling umum digunakan karena stabilitas dan kemudahan handling. Sodium Bisulphite NaHSO3: secara komersial biasanya dijual sebagai larutan 40%. Kurang stabil dari SMBS padat — larutan kehilangan efektivitas dalam 24-48 jam. SO2 setara ~50%. Jarang tersedia dalam bentuk murni karena ketidakstabilannya. Sodium Sulphite Na2SO3: bersifat basa (pH 8-9), SO2 setara ~50%, bereaksi lebih lambat dari SMBS. Kurang umum digunakan untuk deklorinasi. Dalam praktik: SMBS adalah pilihan standar industri untuk sebagian besar aplikasi karena stabilitas dan SO2 content tertinggi di antara ketiganya dalam bentuk yang mudah ditangani.
  3. Q: Bagaimana cara menggunakan SMBS untuk deklorinasi sebelum membran RO?
  4. A: Prosedur standard deklorinasi RO dengan SMBS: (1) Ukur Cl residual dalam air setelah klorinasi menggunakan DPD No.1 test kit. (2) Hitung dosis SMBS: 1.46 mg SMBS per 1 mg Cl2 residual. (3) Buat larutan stok SMBS 5-10% dalam tangki HDPE: larutkan SMBS Yunfeng dalam air bersih sambil diaduk — larut mudah di suhu kamar. (4) Setting metering pump untuk mendosing larutan stok SMBS tepat di upstream filter karbon (atau langsung sebelum membran RO jika tidak ada filter karbon). (5) Verifikasi: ambil sampel air setelah dosing point, test dengan DPD — harus menunjukkan Cl = 0. (6) Monitor SMBS overdosing: residual SMBS berlebih bisa dideteksi dengan SO2 test atau pH turun — adjust pump jika perlu. Catatan: sedikit excess SMBS lebih aman dari klorin residual yang merusak membran. Tapi over-dosing berlebihan juga berdampak negatif pada membraan dari SO2.
  5. Q: Berapa dosis SMBS untuk pengawetan wine (winemaking) dan bagaimana cara menggunakannya?
  6. A: Panduan dosis SMBS dalam winemaking: Pre-fermentasi (sanitasi must): 50-100 ppm SO2 total. Dengan SMBS Yunfeng (SO2 65.2%): 1 g SMBS per 10 liter must menghasilkan ~65 mg/L SO2. Setelah pressing/crushing: tambahkan 0.5-1.5 g SMBS per 10 liter must, aduk rata. Botling wine: target 25-50 mg/L free SO2 dalam wine yang siap diajukan. Lakukan analisis free SO2 dulu (Ricard distillation atau aspiration method), hitung berapa yang perlu ditambahkan. pH wine sangat mempengaruhi efektivitas: di pH 3.2 (wine asam), 33% SO2 total dalam bentuk SO2 molekuler bebas yang aktif antimikroba. Di pH 3.8, hanya 8%. Oleh karena itu: wine asam butuh SO2 total lebih rendah dari wine dengan pH lebih tinggi untuk level perlindungan yang sama. Regulasi: EU max 150 mg/L total SO2 untuk dry red wine, 200 mg/L untuk dry white/rosé. Indonesia mengikuti Codex Alimentarius.
  7. Q: Apakah SMBS Yunfeng dari Makro Chemindo boleh digunakan langsung untuk produk pangan tanpa purifikasi tambahan?
  8. A: SMBS ex Yunfeng yang kami sediakan tersedia dalam food grade dengan spesifikasi yang memenuhi Codex Alimentarius INS 223: Na2S2O5 97.2%, As 0.0001% (0.3 ppm SO2-basis) di bawah batas Codex 1 ppm, Heavy Metal 0.0003% (0.46 ppm) di bawah batas. Untuk penggunaan food grade resmi dalam produk BPOM-terdaftar: produsen pangan harus mendokumentasikan penggunaan bahan baku food grade sesuai CPPB (Cara Produksi Pangan yang Baik). COA lot spesifik dari Yunfeng tersedia dari kami sebagai dokumentasi. Untuk aplikasi wine, jus buah, buah kering, dan udang: SMBS Yunfeng food grade sudah langsung dapat digunakan sesuai dosis yang diizinkan. Peringatan wajib: semua produk pangan yang mengandung >10 mg/kg sulfit WAJIB mencantumkan ‘mengandung sulfit’ pada label sesuai regulasi BPOM dan Codex.
  9. Q: Mengapa SMBS berubah warna menjadi kuning tua dan bagaimana cara mencegahnya?
  10. A: SMBS secara alami berwarna putih hingga putih kekuningan pucat — ini normal. Namun jika warna berubah menjadi kuning tua atau oranye-coklat, ini adalah tanda degradasi: 2Na2S2O5 + O2 → 2Na2S2O6 (sodium dithionate) atau oksidasi lebih lanjut ke Na2SO4 + SO2. Oksidasi terjadi saat SMBS terpapar oksigen udara dan kelembaban. Cara mencegah: tutup kemasan RAPAT setiap kali selesai mengambil produk — ini adalah tindakan paling penting. Simpan di tempat kering (RH <60%), sejuk (<25°C), dan jauh dari sumber panas. Untuk stok jangka panjang: transfer ke wadah HDPE atau wadah stainless steel dengan tutup kedap udara dan simpan dengan isi penuh (kurangi udara dalam wadah). Jangan simpan di dekat asam. SMBS yang sudah menguning sebagian masih bisa digunakan tapi kemurnian efektif sudah turun — tes SO2 content atau naikkan dosis 5-10% untuk kompensasi.
  11. Q: Bagaimana cara menggunakan SMBS untuk reduksi Chromium Cr6+ di IPAL?
  12. A: Prosedur reduksi Cr6+ dengan SMBS di IPAL industri galvanis: (1) Ukur konsentrasi Cr6+ dalam limbah (mg/L) menggunakan colorimetric test kit atau spektrofotometer. (2) Hitung dosis SMBS teoritis: 2.4 g SMBS per g Cr6+ (stoikiometri dengan excess 20%). (3) Turunkan pH limbah ke 2-3 menggunakan HCl atau H2SO4 — reaksi reduksi sangat lambat di pH >4. (4) Dosing larutan SMBS 10-20% ke bak pengolahan, aduk 10-30 menit. (5) Verifikasi: test Cr6+ = 0 dengan diphenylcarbazide test — larutan harus tidak berwarna (tidak ada Cr6+). (6) Naikkan pH ke 8-9 menggunakan kapur Ca(OH)2 atau NaOH untuk mengendapkan Cr(OH)3 (endapan hijau). (7) Sludge Cr(OH)3 dikumpulkan dengan filter press, disposal sebagai limbah B3 logam berat. (8) Effluent yang sudah bebas Cr6+ dan Cr total <0.5 mg/L bisa dibuang ke IPAL biologis atau ke badan air sesuai baku mutu.

Produk Terkait

Pelanggan yang memesan SMBS juga sering membutuhkan:

  • Sodium Hypochlorite 10% ex Pindo Deli — klorin yang dinetralkan oleh SMBS dalam deklorinasi RO
  • Citric Acid Monohydrate — asam untuk pH adjustment dan pengawet pangan yang sering digunakan bersama SMBS
  • Sodium Sulphate Anhydrous — senyawa sulfit lain untuk industri deterjen dan tekstil
  • HCl 32% ex Pindo Deli — asam untuk penurunan pH dalam proses reduksi Cr6+ di IPAL

Lihat seluruh katalog produk di: makrochemindo.com/our-products

Hubungi Kami Sekarang untuk mendapatkan penawaran harga terbaik Sodium Metabisulphite di Indonesia. Kami siap menjadi mitra bisnis bahan kimia industri Anda.

📍 Lokasi Kantor & Gudang (Pusat): Jakarta & Tangerang
📦 Pengiriman: Seluruh Indonesia
📞 Telepon: 021-45845230 / 087859847625
📧 Email: makrochm@dnet.net.id