(NaOCl)

Dapatkan Penawaran Harga Terbaik Hari Ini!
Hubungi kami via WhatsApp: +62 878-5984-7625 | Email: makrochm@dnet.net.id
Sodium Hypochlorite (NaOCl) 10% ex Pindo Deli — Distributor & Supplier Jakarta
NaOCl | Cl Aktif min 10% | ex PT Pindo Deli Pulp & Paper (APP Group) | Produksi Lokal Indonesia — Tangerang | Water Treatment • Bleaching • Sanitasi • Cooling Tower | IBC / FRP Truck
Apa itu Sodium Hypochlorite (NaOCl)?
Sodium Hypochlorite (NaOCl) — dikenal juga sebagai Natrium Hipoklorit, Klorin Cair, atau Cairan Pemutih Industri — adalah oksidator kuat berbentuk cairan kuning kehijauan yang merupakan sumber klorin aktif paling umum digunakan dalam water treatment, bleaching industri, dan sanitasi. NaOCl bekerja melalui dua mekanisme: (1) sebagai oksidator kuat yang merusak membran sel dan sistem enzim mikroorganisme patogen, dan (2) sebagai bleaching agent yang mengoksidasi kromofor (gugus pemberi warna) pada senyawa organik menjadi tidak berwarna.
PT Makro Chemindo adalah distributor Sodium Hypochlorite 10% ex PT Pindo Deli Pulp & Paper — divisi kimia dari APP Group (Asia Pulp & Paper) yang memproduksi NaOCl, NaOH, HCl, Cl2 liquid, H2O2, dan TCCA melalui proses elektrolisis brine di fasilitas produksi Tangerang. Sebagai produsen kimia berbasis elektrolisis klorin-alkali terbesar di Indonesia, Pindo Deli menjamin pasokan NaOCl yang stabil dan berkualitas konsisten untuk kebutuhan industri nasional.
Specifications :
| Item | Result | |
| Active Chlor as Cl2 Min 10% | % | Min 10 % |
| Free Alkali as NaOH | % | Max 2 % |
| Packing | : 30 Kgs per Jrg |
| Origin | : Lokal (Pindo Deli) |
Jual Sodium Hypochlorite 12% ex Pindo Deli – Kaporit Cair Berkualitas Tinggi untuk Industri & Pengolahan Air di Indonesia
Sodium Hypochlorite atau Kaporit Cair (NaOCl) adalah larutan berwarna kuning pucat dengan kandungan klorin aktif, dikenal luas sebagai bahan desinfektan, pemutih, dan penghilang bau. Sodium Hypochlorite 12% ex Pindo Deli memiliki kualitas unggul, kemurnian terjamin, dan stabilitas tinggi, sehingga menjadi pilihan utama di berbagai sektor industri dan pengolahan air.
Kami adalah supplier & distributor resmi Sodium Hypochlorite 12% ex Pindo Deli di Indonesia, menyediakan produk dengan harga kompetitif, stok terjamin, dan pengiriman cepat ke seluruh wilayah Indonesia.
Perbedaan Konsentrasi NaOCl di Pasaran — 10% vs 12% vs 5%:
• NaOCl 10-12% (Industrial Grade) — ini adalah grade industri standar yang tersedia di Makro Chemindo ex Pindo Deli. Konsentrasi ini digunakan langsung oleh WTP, IPAL, industri bleaching, dan cooling tower via dosing pump. Kadar Cl aktif 10% adalah sweet spot antara konsentrasi yang cukup tinggi untuk dosing efisien dan cukup rendah untuk tidak terlalu cepat terdegradasi.
• NaOCl 5% (Grade rumahan / Bayclin) — ini adalah larutan pemutih rumahan seperti Bayclin dan Wipol. Terlalu encer untuk penggunaan industri WTP dalam volume besar karena volume dosing yang diperlukan 2x lebih besar. Tidak efisien untuk industri.
• NaOCl >12% — lebih pekat tapi lebih tidak stabil. Jarang digunakan karena degradasi lebih cepat dan risiko pelepasan gas Cl2 lebih tinggi jika terkontaminasi asam atau logam berat.
Mengapa NaOCl Liquid adalah Pilihan Utama untuk WTP Skala Menengah-Besar:
• Kemudahan dosing otomatis — NaOCl cair dapat langsung diinjeksikan ke pipa menggunakan metering pump tanpa perlu dissolving terlebih dahulu. Ini memungkinkan kontrol dosis yang presisi dan konsisten secara otomatis berdasarkan flow rate dan sensor Cl residual.
• Lebih aman dari Cl2 gas — Cl2 gas (silinder) adalah sumber klorin paling murah per kg Cl aktif, namun risiko kebocoran gas klorin sangat tinggi dan mematikan. Banyak WTP beralih dari Cl2 gas ke NaOCl liquid setelah insiden keamanan atau untuk memenuhi regulasi K3 terkini.
• Tidak perlu koreksi pH berulang — TCCA bersifat asam dan menurunkan pH air secara signifikan, memerlukan koreksi pH tambahan (soda ash atau kapur) setelah setiap dosing. NaOCl bersifat basa dan cenderung menaikkan pH sedikit, lebih sesuai untuk sebagian besar sistem distribusi air.
Kegunaan Sodium Hypochlorite 10% ex Pindo Deli
1. Water Treatment Plant (WTP) — Desinfeksi Air Minum
Ini adalah aplikasi terbesar NaOCl di Indonesia. Di WTP/IPA (Instalasi Pengolahan Air), NaOCl digunakan untuk: (1) Pre-chlorination — menghilangkan ganggang, organisme hidup, dan senyawa organik di awal proses sebelum koagulasi. (2) Post-chlorination — desinfeksi akhir sebelum distribusi untuk menjamin tidak ada patogen dalam air distribusi. (3) Maintaining residual chlorine — menjaga sisa klorin (0.2-0.5 mg/L) dalam jaringan distribusi untuk mencegah rekontaminasi. Permenkes 492/2010: batas klorin bebas dalam air minum 0.1-1.0 mg/L.
2. IPAL — Pengolahan Air Limbah
Dalam sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), NaOCl digunakan sebagai: (1) Desinfeksi effluent sebelum dibuang ke badan air — membunuh patogen dalam air limbah yang telah diolah secara biologis. (2) Kontrol odor — mengoksidasi senyawa sulfida (H2S) dan mercaptan yang menyebabkan bau dalam bak IPAL. (3) Pre-treatment — mengoksidasi senyawa organik tertentu yang resistan terhadap biodegradasi, meningkatkan biodegradabilitas untuk proses biologis berikutnya.
3. Cooling Tower & Sistem Pendingin Industri
NaOCl adalah biocide pilihan untuk cooling tower karena efektif melawan biofilm Legionella — penyebab Legionnaire’s disease. WHO dan berbagai regulasi K3LL mensyaratkan pengendalian Legionella dalam cooling tower gedung bertingkat dan industri. Program pengendalian biasanya: shock treatment NaOCl 5 mg/L 2-3 kali seminggu, dikombinasikan dengan monitoring rutin dan pembersihan fisik secara berkala.
4. Industri Pulp & Kertas — Bleaching
Industri pulp dan kertas adalah salah satu konsumen terbesar NaOCl di Indonesia (sangat relevan mengingat Pindo Deli sendiri adalah produsen pulp & paper). NaOCl digunakan dalam tahap bleaching untuk memutihkan pulp selulosa dengan mengoksidasi sisa lignin yang memberikan warna coklat. Proses ECF (Elemental Chlorine Free) modern lebih banyak menggunakan ClO2 dan H2O2, namun NaOCl masih banyak digunakan di pabrik kertas skala menengah.
5. Industri Tekstil — Bleaching Kain
NaOCl digunakan untuk memutihkan kain kapas (cotton), rayon, dan linen sebelum pencelupan atau sebagai produk akhir kain putih. Konsentrasi kerja: 0.5-3 g/L pada suhu kamar. WAJIB: setelah bleaching dengan NaOCl, semua residu klorin harus dinetralkan dengan sodium thiosulfate (Na2S2O3) atau hidrogen peroksida sebelum pencelupan — sisa klorin akan merusak dye dan menghasilkan warna yang tidak konsisten.
6. Sanitasi Industri Pangan & Minuman
NaOCl 50-200 ppm (0.005-0.02%) digunakan untuk sanitasi permukaan, peralatan, dan ruangan di industri pangan, minuman, dan pengolahan daging. Larutan NaOCl 200 ppm mampu membunuh 99.999% bakteri patogen (Salmonella, E. coli, Listeria) dalam 30 detik. Ini adalah metode sanitasi yang diakui oleh Codex Alimentarius, FDA, dan BPOM Indonesia. Untuk kontak langsung pangan (bilas/cuci), gunakan konsentrasi ≤200 ppm.
Kegunaan lainnya:
- Desinfeksi kolam renang — pemeliharaan Cl residual 1-3 mg/L
- Pre-treatment sistem Reverse Osmosis — kontrol biofouling membran (dengan catatan wajib dihilangkan sebelum membran RO)
- Sanitasi sarana umum, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan — sesuai protokol WHO
- Industri farmasi — CIP (Clean-in-Place) sistem produksi
- Pencucian dan sanitasi kendaraan, alat berat, dan fasilitas industri
Keunggulan Sodium Hypochlorite 12% ex Pindo Deli dari Kami
- Konsentrasi stabil dan sesuai standar industri.
- Kualitas terjamin langsung dari produsen terpercaya.
- Harga bersaing untuk pembelian partai besar maupun kecil.
- Stok selalu tersedia dan pengiriman cepat.
- Pelayanan profesional untuk semua sektor industri.
BAHAYA KRITIS — Jangan pernah campur NaOCl dengan:
• ASAM (HCl, H2SO4, HNO3, cuka, asam sitrat) — reaksi: NaOCl + 2HCl → NaCl + H2O + Cl2↑. Menghasilkan gas klorin (Cl2) yang sangat beracun. Bahkan 3 ppm Cl2 sudah menyebabkan iritasi serius, 25 ppm menyebabkan kerusakan paru dalam hitungan menit. INI ADALAH BAHAYA TERBESAR HANDLING NaOCl.
• AMONIA atau produk bernamonia — menghasilkan chloramines (NH2Cl, NHCl2) yang sangat toksik. Jangan campur dengan pupuk urea, air limbah berkadar amonia tinggi tanpa kontrol, atau produk pembersih berbasis amonia.
• Hidrogen Peroksida (H2O2) pekat — reaksi eksotermis berpotensi tidak terkontrol. Pada konsentrasi rendah: digunakan dalam proses tertentu, namun hanya dengan protokol yang sangat ketat.
• Prosedur darurat tumpahan — evakuasi area. Ventilasikan. Kenakan APD penuh. Netralisasi dengan larutan Na2S2O3 (sodium thiosulfate) atau Na2CO3 encer. Bilas dengan air banyak. Disposal sebagai limbah B3 klorin.
| Hubungi Kami untuk Penawaran NaOCl 10% Pindo Deli & Konsultasi Gratis WhatsApp: +62 878-5984-7625 | Telp: +62 21 4584-5230 | makrochm@dnet.net.id |
Area Layanan & Pengiriman di Seluruh Indonesia
Kami melayani pengiriman Sodium Hypochlorite 12% ex Pindo Deli ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk:
- Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.
- Jawa Barat & Tengah: Bandung, Cirebon, Semarang, Solo.
- Jawa Timur: Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang.
- Sumatera: Medan, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Batam.
- Kalimantan: Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak.
- Sulawesi & Papua: Makassar, Manado, Jayapura.
Cara Penyimpanan Sodium Hypochlorite
- Simpan di tempat teduh, sejuk, dan berventilasi baik.
- Hindari paparan sinar matahari langsung.
- Gunakan wadah tertutup rapat, tahan korosi, dan aman dari bahan mudah terbakar.
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q: Apa perbedaan Sodium Hypochlorite (NaOCl) dengan Kaporit (Calcium Hypochlorite) dan TCCA?
A: Ketiganya adalah sumber klorin aktif namun berbeda dalam bentuk dan aplikasi: Sodium Hypochlorite NaOCl 10% (produk ini): cairan kuning kehijauan, mudah didosing otomatis via metering pump, pH naik setelah dosing (basa). Konsentrasi 10% vs air adalah sweet spot untuk WTP skala menengah-besar. Tidak stabil — harus digunakan dalam 3-6 bulan. Kaporit Ca(OCl)2 60-70%: granul/tablet putih, konsentrasi Cl tinggi per kg, stabil lama. Cocok untuk kolam renang, PDAM kecil, dan SPAM perdesaan yang tidak memiliki sistem dosing pump. pH sedikit naik setelah dosing. TCCA 90%: tablet/granul putih, Cl aktif tertinggi (~90%), stabil sangat lama (2+ tahun). pH TURUN setelah dosing (asam) — perlu koreksi pH tambahan. Cocok untuk kolam renang yang ingin efisiensi tinggi. Pilih NaOCl untuk WTP dan industri besar dengan sistem dosing otomatis. Pilih Kaporit/TCCA untuk volume lebih kecil atau tanpa sistem dosing.
Q: Mengapa NaOCl ex Pindo Deli lebih dipilih dibanding NaOCl impor?
A: Beberapa keunggulan praktis NaOCl produksi lokal Pindo Deli: (1) Stabilitas pasokan — tidak tergantung jadwal kapal, prosedur impor, atau fluktuasi kurs. Leadtime lebih pendek dan lebih terprediksi untuk WTP yang memerlukan pasokan rutin. (2) Kesegaran produk — NaOCl yang baru diproduksi memiliki Cl aktif lebih tinggi dan stabil lebih baik. NaOCl impor sudah mengalami degradasi selama transit dan bongkar-muat. (3) Harga kompetitif — tidak ada biaya freight internasional, bea masuk, dan handling impor. (4) Kemudahan klaim jika kualitas tidak sesuai — lebih mudah berkoordinasi dengan produsen lokal untuk penyelesaian sengketa kualitas. (5) Mendukung industri dalam negeri.
Q: Bagaimana cara menghitung kebutuhan NaOCl 10% untuk desinfeksi WTP?
A: Langkah kalkulasi: (1) Tentukan target Cl residual: biasanya 0.5-1 mg/L Cl aktif untuk air minum. (2) Ukur Cl demand air baku: lakukan chlorine demand test — berapa banyak klorin yang dikonsumsi oleh senyawa organik, amonia, dan besi sebelum tersedia sebagai Cl bebas. (3) Dosis total = Cl demand + Cl residual target. Contoh: Cl demand = 1 mg/L, target residual = 0.5 mg/L, total dosis = 1.5 mg/L. (4) Hitung volume NaOCl: NaOCl 10% mengandung ~115 g Cl/L. Untuk WTP 500 m3/jam dengan dosis 1.5 mg/L: kebutuhan Cl = 1.5 g/m3 × 500 m3/jam = 750 g Cl/jam = 750 g / 115 g/L = 6.5 L NaOCl/jam. Per hari (24 jam): 6.5 × 24 = 156 L NaOCl/hari. Per bulan: ~4.7 m3 NaOCl. (5) Tambahkan buffer 10-20% untuk variasi kualitas air baku.
Q: Kenapa NaOCl tidak boleh digunakan sebelum membran RO dan bagaimana solusinya?
A: Membran RO (Reverse Osmosis) modern terbuat dari poliamiida (polyamide thin-film composite). Klorin bebas dari NaOCl mengoksidasi ikatan amida dalam membran secara tidak reversibel, menyebabkan: peningkatan permeabilitas (membran bocor), penurunan rejection garam, dan kerusakan permanen yang tidak bisa diperbaiki. Bahkan 0.1 mg/L Cl dalam jangka panjang sudah merusak membran poliamiida. Solusi dechlorinasi sebelum membran RO: (1) Filter karbon aktif (granular activated carbon / GAC) — menyerap klorin secara fisik. Pilihan paling umum untuk sistem besar. (2) Sodium Metabisulfite (Na2S2O5) — dosing Na2S2O5 untuk mereduksi klorin: Na2S2O5 + Cl2 + H2O → 2HCl + Na2SO4. Dosing 1.8 mg Na2S2O5 per 1 mg Cl. (3) Natrium Thiosulfate (Na2S2O3) — untuk dechlorinasi darurat atau batch. Pastikan selalu monitor sisa Cl (dengan DPD test kit) setelah dechlorinasi dan sebelum membran RO.
Q: Bagaimana cara mendeteksi NaOCl yang sudah terdegradasi dan tidak efektif?
A: Tanda-tanda NaOCl yang sudah terdegradasi signifikan: (1) Perubahan warna: dari kuning kehijauan menjadi kecoklatan atau hampir tidak berwarna — menandakan Cl aktif sudah jauh berkurang dan produk samping degradasi (NaClO3, NaCl) telah menumpuk. (2) Bau klorin melemah drastis — NaOCl segar berbau klorin menyengat. Jika hampir tidak berbau: Cl aktif sudah sangat rendah. (3) Tes DPD: gunakan test kit klorin DPD (tersedia di toko kimia) — ambil sampel NaOCl, encerkan 100x, uji dengan tablet DPD No.1. Warna pink yang dihasilkan menunjukkan Cl aktif. Bandingkan dengan color chart. (4) Iodometric titration: metode lab standar untuk mengukur Cl aktif secara presisi. Tindakan: NaOCl yang Cl aktifnya sudah turun <8% masih bisa digunakan namun perlu menyesuaikan (menaikkan) dosis. Di bawah 5%: tidak efektif untuk water treatment — buang secara aman.
Q: Apakah ada bahaya jika NaOCl terkena asam secara tidak sengaja?
A: Ya, ini adalah bahaya paling kritis handling NaOCl. Reaksi NaOCl dengan asam menghasilkan gas klorin (Cl2) yang sangat beracun: NaOCl + 2HCl → NaCl + H2O + Cl2↑. Gas Cl2 berwarna kuning-hijau dengan bau klorin sangat menyengat. Bahaya kesehatan: 1-3 ppm: iritasi mata dan saluran pernapasan. 10-25 ppm: batuk parah, sesak napas, kerusakan saluran pernapasan. >50 ppm: kerusakan paru akut, berisiko fatal. Cara mengenali kecelakaan: bau klorin tiba-tiba sangat kuat, timbul kabut/asap kuning-hijau, mata dan hidung langsung iritasi. Tindakan darurat: evakuasi SEGERA ke udara segar, panggil tim K3/pemadam kebakaran, berikan oksigen jika tersedia, bawa ke IGD. Mencegah: simpan NaOCl TERPISAH dari semua asam. Label jelas. Pisahkan area penyimpanan dengan barrier fisik. Latih semua operator tentang bahaya ini.
Hubungi Kami Sekarang untuk mendapatkan penawaran harga terbaik Sodium Hypochlorite di Indonesia. Kami siap menjadi mitra bisnis bahan kimia industri Anda.
📍 Lokasi Kantor & Gudang (Pusat): Jakarta & Tangerang
📦 Pengiriman: Seluruh Indonesia
📞 Telepon: 021-45845230 / 087859847625
📧 Email: makrochm@dnet.net.id