Kaptan

(CaCO3)

Dapatkan Penawaran Harga Terbaik Hari Ini!

Hubungi kami via WhatsApp: +62 878-5984-7625  |  Email: makrochm@dnet.net.id

KAPTAN / KAPUR PERTANIAN (CaCO3)

Calcium Carbonate  |  Produk Lokal Indonesia  |  CaCO3 min 95%  |  100 Mesh  |  50 kg/Zak

CaCO3  |  CaO min 50%  |  MgO min 1%  |  Pertanian, Tambak, Peternakan & Industri

✓ CaCO3 Min 95% — Kemurnian Tinggi    ✓ CaO Min 50% — Reaktif    ✓ 100 Mesh — Halus & Cepat Bereaksi    ✓ Produk Lokal — Harga Kompetitif

Kaptan adalah nama dagang untuk Calcium Carbonate (CaCO3) yang digunakan sebagai kapur pertanian (agricultural lime) di Indonesia. Berbeda dari kapur tohor (CaO) atau kapur hidrat (Ca(OH)2) yang lebih reaktif dan berisiko membakar tanaman, Kaptan adalah sumber kalsium karbonat yang bekerja lambat dan aman — menjadikannya pilihan paling banyak digunakan untuk pengapuran tanah pertanian, pengkondisian tambak, suplemen kalsium ternak, dan berbagai aplikasi industri.

Specifications :

CaO: min 50 %
CaCO3: min 95 %
MgO: min 1 %
Kadar Air: max 1 %
Kehalusan: 100 Mesh
Packing: 50 Kgs per Zak
Origin: Local

Jual Kaptan (Calcium Carbonate) – Distributor & Supplier Resmi Indonesia

Kami adalah distributor dan supplier Kaptan atau kapur pertanian dengan kandungan Calcium Carbonate (CaCO₃) tinggi, kemurnian di atas 90%, dan reaktivitas cepat. Kaptan kami cocok untuk meningkatkan pH tanah, mengurangi keasaman, memperbaiki kualitas air tambak, serta berbagai aplikasi industri.

Produk tersedia dalam kemasan karung 25 kg dan 50 kg, siap kirim ke seluruh wilayah Indonesia dengan harga kompetitif.

Spesifikasi Kaptan

  • Nama Kimia: Calcium Carbonate
  • Formula: CaCO₃
  • Kadar CaCO₃: ≥ 90%
  • Warna: Putih / Krem muda
  • Bentuk: Powder / Bubuk halus
  • Kemasan: 25 kg, 50 kg, atau bulk sesuai permintaan
  • Grade: Agriculture Grade & Industrial Grade
Panduan Memilih Jenis Kapur yang Tepat:
• Pilih Kaptan — untuk hampir semua aplikasi pertanian umum, tambak ikan dan udang, pakan ternak, dan industri yang membutuhkan netralisasi lambat dan aman. Paling ekonomis dan paling tidak berisiko.
• Pilih Dolomit  — jika tanah juga kekurangan Magnesium (Mg), terutama pada tanah yang sudah lama tidak dipupuk Mg atau gejala defisiensi Mg terlihat pada tanaman (daun tua menguning di antara tulang daun).
• Pilih Kapur Hidrat Ca(OH)2  — jika butuh kenaikan pH lebih cepat (berminggu vs berbulan), atau untuk aplikasi IPAL dan konstruksi yang membutuhkan reaktivitas lebih tinggi.
• Hindari Kapur Tohor (CaO)  — untuk pertanian dan tambak aktif. Sangat reaktif dan eksotermis — bisa membakar akar tanaman dan membunuh ikan jika dosis tidak tepat.

Kegunaan Kaptan per Industri & Segmen

Kaptan digunakan di berbagai sektor industri di Indonesia — dari pertanian hingga konstruksi:

Industri / AplikasiKegunaan
Pertanian — Pengapuran TanahMenetralkan tanah masam (pH <5.5) yang umum di lahan pertanian Indonesia, terutama lahan gambut dan ultisol di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Meningkatkan ketersediaan fosfor, kalsium, dan molibdenum. Mengurangi toksisitas aluminium (Al3+), besi (Fe2+), dan mangan (Mn2+) yang berbahaya di tanah sangat asam. Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan.
Tambak Ikan & UdangPengapuran dasar kolam untuk menetralkan tanah dasar yang asam sebelum siklus baru. Stabilisasi pH air tambak agar tetap di range optimal (7.5-8.5 untuk udang). Meningkatkan total alkalinitas air yang membantu buffer pH terhadap fluktuasi harian. Mengurangi patogen di dasar kolam. Meningkatkan produktivitas fitoplankton (sumber pakan alami udang).
Perkebunan Kelapa SawitKoreksi keasaman lahan gambut yang umum di perkebunan sawit Sumatera dan Kalimantan (pH gambut 3.5-4.5). Sumber kalsium untuk pertumbuhan vegetatif dan produksi TBS. Meningkatkan efisiensi pemupukan — pupuk lebih tersedia di pH yang tepat.
Peternakan — Suplemen CaSumber kalsium (Ca) dalam campuran pakan unggas (ayam layer, ayam broiler, itik) untuk pembentukan tulang yang kuat dan cangkang telur yang keras. Kaptan food/feed grade digiling hingga 200-400 mesh untuk campuran premix pakan. Lebih ekonomis dari limestone khusus pakan impor.
IPAL & Water TreatmentNetralisasi air limbah industri yang bersifat asam (pH <6) sebelum dibuang ke lingkungan. Lebih lambat dari Ca(OH)2 tapi lebih murah dan tidak eksotermis untuk IPAL dengan pH tidak terlalu rendah (pH >4). Peningkatan alkalinitas untuk proses biologis IPAL yang membutuhkan buffer karbonat.
Industri Kertas & PulpBahan pengisi (filler) dalam pembuatan kertas coated/uncoated untuk meningkatkan kecerahan, kehalusan, dan berat dasar kertas. Kaptan presipitasi (PCC — Precipitated Calcium Carbonate) digunakan untuk kertas premium, sementara kaptan natural (GCC — Ground Calcium Carbonate) seperti produk ini untuk kertas umum.
Industri Cat & PlastikBahan pengisi (extender) dalam cat tembok, cat berbasis air, dan plastik PVC. Mengurangi biaya formulasi, meningkatkan viskositas, dan memberikan warna dasar putih. Ukuran partikel 100 mesh cocok untuk cat dan mortar — untuk plastik dan cat premium perlu ukuran lebih halus (<10 micron).
Konstruksi & SipilStabilisasi tanah lunak (soft ground improvement) sebelum konstruksi. Komponen mortar dan plester tradisional. Bahan baku pembuatan semen Portland (sumber CaCO3 utama). Pengisi dalam paving block, batako, dan produk beton ringan.
Industri KaretBahan pengisi dan koagulan dalam pengolahan lateks. Kaptan membantu proses koagulasi dan meningkatkan sifat mekanis produk karet. Juga sebagai filler dalam produk karet komersial untuk mengurangi biaya.
Reklamasi Lahan & LingkunganRemediasi tanah yang tercemar logam berat (imobilisasi Pb, Cd, Zn melalui presipitasi karbonat). Neutralisasi tambang asam (Acid Mine Drainage / AMD) di area bekas tambang batubara. Reklamasi lahan bekas tambang untuk pertanian atau kehutanan.

Tips Kritis Pengapuran dengan Kaptan:

  • Lakukan analisis pH dulu — SELALU ukur pH tanah atau air sebelum menentukan dosis. Dosis yang terlalu rendah tidak efektif, terlalu tinggi bisa over-kapur (pH terlalu tinggi, menyebabkan defisiensi Mn, Zn, Fe, Cu). Gunakan pH meter tanah atau bawa sampel ke laboratorium pertanian.
  • Aplikasikan 2-4 minggu sebelum tanam — kaptan butuh waktu bereaksi. Aplikasi terlalu dekat dengan waktu tanam tidak memberikan efek penuh. Idealnya aplikasikan bersamaan atau sesaat sebelum pengolahan tanah terakhir.
  • Campurkan merata ke tanah — sebar merata di seluruh lahan, kemudian bajak/cangkul untuk mencampurkan kaptan ke lapisan olah tanah (0-20 cm). Kaptan yang hanya di permukaan tidak efektif memperbaiki pH lapisan perakaran.
  • Dosis bertahap untuk lahan sangat asam — untuk tanah dengan pH <4.5, jangan aplikasikan seluruh dosis sekaligus (misalnya 4 ton/ha). Bagi menjadi 2-3 kali aplikasi selama 1-2 tahun untuk menghindari over-kapur dan shock pH pada tanaman.
  • Jangan campur dengan pupuk ammonium — kaptan (basa) bereaksi dengan pupuk ammonium (Urea, ZA, NH4Cl) melepaskan gas NH3 yang mengurangi efisiensi pupuk N. Berikan jeda 1-2 minggu antara aplikasi kaptan dan pupuk N ammonium.
Butuh Kaptan untuk Pertanian, Tambak, atau Industri Anda?
Chat WhatsApp — penawaran harga & konsultasi dosis gratis  |  +62 878-5984-7625

Layanan & Distribusi

Wilayah & KotaSektor Terlayani
Jakarta & JabodetabekPabrik beton, IPAL, kolam renang, pertanian kota
Jawa Timur (Surabaya, Malang)Perkebunan, tambak, pabrik kertas
Sumatera & KalimantanPerikanan, perkebunan kelapa sawit, peternakan
Jawa Barat & BantenGreenhouse, pertanian, pabrik cat & plastik
Sulawesi & BaliTambak udang, pariwisata, proyek konstruksi

Cara Menghitung Kebutuhan Kaptan Berdasarkan pH Tanah:

• Rumus sederhana  — Kebutuhan kaptan (ton/ha) ≈ (pH target – pH aktual) × 1.5 ton untuk tanah mineral. Contoh: pH aktual 5.0, target 6.0 → butuh (6.0 – 5.0) × 1.5 = 1.5 ton/ha kaptan.

• Faktor koreksi jenis tanah  — tanah liat/lempung: kalikan 1.5x (kapasitas buffer lebih tinggi). Tanah gambut: kalikan 3-5x (kapasitas buffer sangat tinggi). Tanah pasir: kalikan 0.8x (buffer rendah, lebih mudah naik pH).

Manfaat Pengapuran Kaptan untuk Tambak:

• Menetralkan asam sulfat  — tanah tambak di daerah mangrove seringkali mengandung pirit (FeS2) yang teroksidasi menjadi H2SO4 (asam sulfat) saat tanah kering — menyebabkan pH tanah turun drastis (<4.0). Kaptan menetralkan asam ini secara bertahap.

• Stabilisasi pH air  — total alkalinitas tinggi (dari CaCO3 terlarut) membuat pH air lebih stabil dan tidak fluktuatif harian. Fluktuasi pH >1 unit per hari sangat berbahaya untuk udang.

• Meningkatkan ketersediaan fosfat  — pada pH >6.5 di tambak, fosfat lebih mudah tersedia untuk pertumbuhan fitoplankton sebagai pakan alami udang.

• Mengurangi H2S  — pH yang lebih tinggi mengurangi konsentrasi H2S terlarut yang sangat toksik untuk udang dan ikan.

Keunggulan Membeli Kaptan dari Kami

  1. Kadar CaCO₃ Tinggi: Reaktivitas cepat untuk hasil maksimal
  2. Harga Kompetitif: Cocok untuk pembelian ecer & partai besar
  3. Stok Aman: Tersedia di gudang Jakarta & Tangerang
  4. Pengiriman Cepat: Jangkauan seluruh Indonesia
  5. Dukungan Teknis: Konsultasi gratis untuk aplikasi di lapangan

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q1: Apa perbedaan Kaptan, Dolomit, Kapur Tohor, dan Kapur Hidrat? Mana yang terbaik untuk sawah?

A: Keempat produk ini adalah bentuk kapur yang berbeda dengan karakteristik masing-masing: Kaptan (CaCO3): paling aman, bekerja lambat, tidak membakar tanaman. Terbaik untuk pengapuran rutin sawah dan ladang. Dolomit (CaMg(CO3)2): sama amannya dengan kaptan, tetapi tambah mengandung Mg — pilih jika tanah juga kekurangan Mg. Kapur Hidrat (Ca(OH)2): lebih cepat bekerja tapi bisa membakar akar jika berlebihan — untuk lahan yang sangat asam butuh perbaikan cepat. Kapur Tohor (CaO): paling reaktif dan berbahaya untuk diaplikasikan langsung ke sawah/ladang aktif — biasanya digunakan di industri. Untuk sawah padi: Kaptan adalah pilihan terbaik — aman, ekonomis, dan efek kalsiumnya bertahan lama.

Q2: Berapa ton Kaptan yang saya butuhkan untuk 1 hektar sawah dengan pH tanah 5.0?

A: Menggunakan rumus praktis: Kebutuhan kaptan ≈ (pH target – pH aktual) × faktor jenis tanah. pH aktual: 5.0, pH target untuk padi: 6.0-6.5, kenaikan yang dibutuhkan: 1.0-1.5 unit. Untuk tanah mineral sawah biasa: 1.0 × 1.5 ton = 1.5 ton/ha sebagai estimasi awal. Untuk tanah lempung berat atau gambut: kalikan 1.5-3x. Untuk hasil lebih akurat — kirim sampel tanah ke laboratorium untuk uji buffer capacity. Catatan: pH tanah sawah tergenang berperilaku berbeda dari tanah kering — konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi spesifik lahan Anda.

Q3: Kaptan 100 Mesh vs 60 Mesh — apa perbedaannya dan mana yang lebih baik?

A: Mesh mengacu pada jumlah lubang per inci persegi saringan — semakin besar angka mesh, semakin halus partikelnya. 100 Mesh = diameter partikel max 0.149 mm. 60 Mesh = diameter partikel max 0.250 mm. Produk Makro Chemindo adalah 100 Mesh — lebih baik karena: (1) Luas permukaan lebih besar → reaksi lebih cepat dengan tanah asam. (2) Distribusi lebih merata di tanah. (3) Lebih cocok untuk aplikasi tambak (cepat reaktif di air). Kaptan 60 Mesh lebih kasar, reaksinya lebih lambat, tapi mungkin lebih murah di beberapa sumber. Untuk efektivitas optimal pertanian dan tambak — 100 Mesh adalah standar yang direkomendasikan Kementan.

Q4: Apakah Kaptan bisa digunakan sekaligus dengan pupuk untuk menghemat waktu aplikasi?

A: Secara teknis bisa untuk beberapa kombinasi, namun ada yang HARUS dihindari: AMAN untuk dicampur/aplikasi bersamaan: Kaptan + KCl (MOP/pupuk kalium). Kaptan + SP-36/TSP/DAP (pupuk fosfat). Kaptan + pupuk organik/kompos. JANGAN dicampur atau berikan berdekatan (jeda min 1-2 minggu): Kaptan + Urea (bereaksi melepas NH3, efisiensi N turun). Kaptan + ZA (ammonium sulfat). Kaptan + pupuk ammonium klorida. Kaptan + pupuk nitrogen ammonium lainnya. Prinsip: kapur bersifat basa — akan bereaksi dengan pupuk N ammonium melepaskan N sebagai gas. Berikan kaptan 2-4 minggu sebelum tanam, baru pupuk N dasar saat tanam.

Q5: Berapa lama efek pengapuran Kaptan bertahan di tanah dan kapan perlu diulang?

A: Efek pengapuran kaptan di tanah bertahan 2-4 tahun tergantung kondisi: lebih pendek di tanah berpasir (leaching tinggi), lebih lama di tanah lempung. Faktor yang mempercepat pengasaman kembali: curah hujan tinggi (leaching Ca), penggunaan pupuk ammonium berlebihan (Urea, ZA mengasamkan tanah), tanaman yang produktif (menyerap banyak Ca). Tanda perlu pengapuran ulang: hasil panen menurun tanpa sebab jelas, pH tanah turun kembali <5.5 (uji pH tiap musim), tanaman menunjukkan gejala defisiensi Ca atau toksisitas Al. Rekomendasi: uji pH tanah setiap 1-2 tahun. Jika pH turun di bawah target, lakukan pengapuran pemeliharaan 500 kg-1 ton/ha.

Q6: Bagaimana cara mengetahui apakah tambak udang saya membutuhkan pengapuran dan berapa dosisnya?

A: Indikator tambak perlu kaptan: (1) pH air < 7.5 (ukur pagi hari, biasanya paling rendah). (2) Fluktuasi pH harian >0.5 unit (pagi vs sore). (3) Total alkalinitas < 80 mg/L CaCO3. (4) Udang tampak stres, kurang nafsu makan, pertumbuhan lambat tanpa sebab infeksi jelas. Cara mengukur: pH meter atau test kit pH, test kit alkalinitas. Dosis rekomendasi: pH air 7.0-7.5, alkalinitas cukup: 50-100 kg/ha kaptan. pH air <7.0 atau alkalinitas <60 mg/L: 100-200 kg/ha. Siklus baru (kolam kering): 500 kg-2 ton/ha untuk dasar kolam. Selalu larutkan kaptan dalam air sebelum disebar merata di kolam aktif — jangan tabur langsung dalam bentuk bubuk ke kolam berisi udang.

Q7: Apakah ada perbedaan antara Kaptan untuk pertanian dan untuk industri kertas/cat?

A: Secara kimia dasarnya sama (CaCO3), tetapi ada perbedaan penting dalam ukuran partikel dan kemurnian: Kaptan pertanian (produk kami, 100 Mesh = 149 micron): cocok untuk tanah, tambak, peternakan, dan industri umum. Ukuran cukup halus untuk reaktivitas pertanian namun tidak terlalu halus untuk kebutuhan khusus. GCC (Ground Calcium Carbonate) untuk industri kertas premium: perlu ukuran 1-10 micron (jauh lebih halus dari 100 Mesh), dan kemurnian sangat tinggi (CaCO3 >98%, logam berat sangat rendah, brighteness tinggi). PCC (Precipitated Calcium Carbonate) untuk kertas, plastik, dan cat premium: diproduksi secara kimia, ukuran 0.07-3 micron, kemurnian >99%. Produk kami cocok sebagai filler untuk mortar, cat beton, dan plastik komposit umum — namun bukan untuk cat dekoratif premium atau kertas coated.

Produk Terkait

Pelanggan yang memesan Kaptan juga sering membutuhkan:

DAP (Diammonium Phosphate) Pupuk N+P untuk pupuk dasarKaporit Tjiwi 60% Disinfektan tambak & airCalcium Nitrate
Pupuk Ca+N untuk hortikultura

Lihat seluruh katalog produk pupuk dan bahan kimia kami di: makrochemindo.com/our-products

Hubungi Kami Sekarang untuk mendapatkan penawaran harga terbaik Kaptan di Indonesia. Kami siap menjadi mitra bisnis bahan kimia industri Anda.

📍 Lokasi Kantor & Gudang (Pusat): Jakarta & Tangerang
📦 Pengiriman: Seluruh Indonesia
📞 Telepon: 021-45845230 / 087859847625
📧 Email: makrochm@dnet.net.id