Muriate of Potash

(MOP)

Dapatkan Penawaran Harga Terbaik Hari Ini!

Hubungi kami via WhatsApp: +62 878-5984-7625  |  Email: makrochm@dnet.net.id

MOP (Muriate of Potash) / KCl ex Canada — Distributor & Supplier Jakarta

KCl  |  K₂O 60%  |  Crystal Merah  |  Coating Oil  |  H₂O <1%  |  Origin Canada  |  Sawit • Padi • Tebu • Jagung • NPK

Apa itu MOP (Muriate of Potash)?

MOP atau Muriate of Potash (KCl / Potassium Chloride) adalah pupuk kalium (K) dengan kadar K₂O tertinggi di antara semua sumber kalium — 60% K₂O per kilogram produk. MOP adalah pupuk kalium paling banyak digunakan di seluruh dunia karena kombinasi kandungan K yang tinggi dan harga yang paling ekonomis dibanding sumber K lainnya. Di Indonesia, MOP adalah input wajib dalam program pemupukan kelapa sawit, padi, tebu, jagung, dan hampir semua tanaman komersial.

PT Makro Chemindo menyediakan MOP ex Canada dalam bentuk kristal merah dengan coating oil untuk mengurangi debu dan meningkatkan flowability. Asal Canada menjamin konsistensi kualitas — Kanada adalah produsen potash (kalium) terbesar di dunia melalui tambang underground di Saskatchewan yang memiliki cadangan kalium terbesar di bumi.

✓  K₂O 60% — kandungan kalium tertinggi dari semua sumber K  |  Paling efisien per ton untuk pemenuhan kebutuhan K tanaman
✓  Ex Canada — produsen potash terbesar dunia  |  Konsistensi kualitas terjamin, bukan dari sumber campuran
✓  Crystal Merah + Coating Oil  |  Mudah diidentifikasi, anti-gumpal, flowability baik untuk spreader
✓  H₂O <1% — kadar air sangat rendah  |  Berat efektif maksimal, tidak mudah menggumpal saat penyimpanan

Mengapa Warna Merah dan Apa itu Coating Oil?

• Warna merah  — warna merah alami MOP Canada berasal dari mineral sylvite (KCl murni) yang mengandung trace mineral oksida besi dari formasi geologis Saskatchewan. Warna merah adalah tanda khas dan identifikasi visual MOP Canada berkualitas. MOP dari sumber lain (Belarus, Israel, Jordan) umumnya berwarna putih atau pink pucat.

v• Coating oil  — lapisan minyak tipis pada permukaan kristal MOP berfungsi untuk: (1) mengurangi debu selama handling dan aplikasi, (2) mencegah penggumpalan (caking) selama penyimpanan, (3) meningkatkan flowability dalam spreader mekanis dan pneumatik. Coating oil tidak mempengaruhi kandungan K₂O atau kelarutan di tanah.

Main ContentSpecifications
K2O: 60%
Coating: Oil
Bentuk: Crystal
H2O: <1%
Warna: Merah
Packing: 50 Kg per Bag
Origin: Canada

Jual Pupuk MOP (Muriate of Potash) / KCL – Distributor & Supplier Indonesia

Kami adalah distributor resmi Pupuk MOP (Muriate of Potash) atau KCL berkualitas tinggi dengan kadar K₂O ≥ 60% yang sangat efektif untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian dan produktivitas tanaman.
Pupuk MOP / KCL kami tersedia dalam Fertilizer Grade, cocok untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, dan hidroponik

Dengan pengalaman distribusi bahan kimia dan pupuk selama bertahun-tahun, kami menjamin kualitas terbaik, harga bersaing, dan pengiriman cepat ke seluruh Indonesia.

Spesifikasi Pupuk MOP / KCL

  • Nama Produk: Muriate of Potash (MOP) / Potassium Chloride (KCL)
  • Kadar K₂O: ≥ 60%
  • Bentuk: Granul / Kristal putih kemerahan
  • Grade: Fertilizer Grade & Industrial Grade
  • Kemasan: 50 kg / Jumbo bag
  • Asal Produk: Import (Canada, Belarus, Jordan, dll.)

Panduan Memilih Sumber Kalium:

• Pilih MOP — untuk pupuk dasar di perkebunan sawit, padi, jagung, tebu, dan karet. Harga per kg K₂O paling murah. Cocok untuk semua tanaman yang tidak sensitif terhadap klorida (Cl). Jika MOP diaplikasikan pada tanah dengan drainase baik dan curah hujan cukup, Cl akan tercuci dan tidak menumpuk.

• Pilih K2SO4  — untuk tanaman sensitif klorida: tembakau (Cl merusak kualitas bakar), anggur, stroberi, kentang di tanah kering. Lebih mahal dari MOP namun memberikan S (belerang) sebagai bonus.

• Pilih KNO3 (Kalium Nitrat)  — untuk fertigasi yang membutuhkan K+N sekaligus, atau saat fase akhir tanaman yang butuh K tinggi tanpa P. Lebih mahal tapi larut sempurna untuk fertigasi presisi.

• Pilih MKP  — untuk fertigasi atau hidroponik yang membutuhkan K+P sekaligus, terutama fase generatif tanaman buah. Paling mahal per kg K namun memberikan P 52% secara bersamaan.

Kegunaan MOP (Muriate of Potash / KCl)

1. Perkebunan Kelapa Sawit — Pengguna MOP Terbesar Indonesia

Kelapa sawit adalah tanaman yang paling banyak menggunakan kalium di antara semua tanaman perkebunan. MOP adalah komponen pupuk wajib dalam program rekomendasi pemupukan sawit dari PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit). K₂O dari MOP berperan dalam: pembentukan dan pengisian buah (TBS), sintesis dan translokasi minyak ke mesokarp, ketahanan terhadap kekeringan (mengatur penutupan stomata), dan aktivasi lebih dari 60 enzim metabolisme tanaman.

2. Padi Sawah — Meningkatkan Ketegapan & Hasil

MOP adalah sumber K utama untuk padi sawah, biasanya diaplikasikan bersama Urea dan SP-36/TSP dalam program Urea-SP36-KCl (formula 3:1:1 atau 2:1:1 tergantung kondisi tanah). K meningkatkan ketegapan batang (mencegah rebah), meningkatkan efisiensi penggunaan air, memperkuat sistem perakaran, dan meningkatkan pengisian gabah terutama di bagian ujung malai.

3. Tebu — Meningkatkan Rendemen Gula

Kalium adalah kunci produksi gula dalam tebu. K mengaktifkan enzim sukrosa sintetase yang bertanggung jawab untuk pembentukan sukrosa (gula) di batang tebu. Kekurangan K pada tebu menyebabkan penurunan rendemen (nira lebih encer), batang kurus dan pendek, dan tanaman lebih rentan terhadap penyakit. MOP 150-300 kg/ha adalah dosis standar program pemupukan tebu di Jawa dan Lampung.

4. Jagung — Kualitas Biji & Ketahanan Rebah

K pada jagung meningkatkan pengisian biji (grain filling), mengurangi tip-back (biji tidak penuh di ujung tongkol), meningkatkan ketegapan batang untuk mencegah rebah, dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit bulai dan karat daun. MOP 75-150 kg/ha diaplikasikan split: sepertiga saat tanam dan dua pertiga saat 4-5 MST.

5. Bahan Baku Produksi Pupuk NPK

MOP adalah sumber K utama dalam hampir semua formula pupuk NPK compound dan granular yang diproduksi di Indonesia. Pabrik pupuk NPK mencampurkan MOP dengan Urea (atau ZA), SP-36/TSP (atau DAP), dan bahan tambahan untuk menghasilkan berbagai grade NPK seperti NPK 16-16-16, NPK 15-15-15, NPK 12-12-17, dan lainnya sesuai permintaan pasar.

6. Hortikultura & Tanaman Lainnya

MOP digunakan untuk berbagai tanaman hortikultura yang tidak sensitif klorida: kentang, ubi jalar, pisang, kakao, kopi, teh, dan berbagai sayuran. Untuk tanaman sensitif klorida seperti tembakau, stroberi premium, dan anggur — disarankan menggunakan K2SO4 atau MKP sebagai pengganti.

Kegunaan lainnya:

  • Industri kimia — bahan baku pembuatan senyawa kalium
  • Produksi garam KOH (Kalium Hidroksida) melalui elektrolisis larutan KCl
  • Pengolahan air — sumber K untuk sistem RO dan demineralisasi tertentu

Panduan Dosis MOP per Komoditas

Berikut panduan dosis dan waktu aplikasi MOP untuk komoditas utama. Selalu sesuaikan dengan hasil analisis tanah dan rekomendasi setempat:

KomoditasDosis MOPWaktu AplikasiTips & Catatan Penting
Kelapa Sawit (TBM)500 kg – 1 ton/ha/tahun2x per tahun (awal & akhir musim hujan)Sebar merata di piringan atau inter-row. Split dosis minimal 2x untuk efisiensi serapan K.
Kelapa Sawit (TM)1 – 2 ton/ha/tahunBagi 3-4x per tahunK adalah unsur paling besar dibutuhkan sawit TM. Kekurangan K = produksi TBS menurun drastis.
Padi Sawah50 – 100 kg/haPemupukan susulan — 4-6 MSTBerikan bersama Urea susulan. K meningkatkan ketegapan batang dan mengurangi rebah.
Jagung75 – 150 kg/haSplit: 1/3 saat tanam, 2/3 saat 4-5 MSTBand placement lebih efisien dari broadcast. K meningkatkan kualitas biji dan bobot tongkol.
Tebu150 – 300 kg/haPupuk dasar + susulan ke-2K sangat penting untuk pembentukan gula (sukrosa) di batang tebu. Kekurangan K = rendemen turun.
Karet100 – 200 kg/ha/tahun2x per tahunK meningkatkan produksi lateks dan ketahanan terhadap penyakit JAP.
Kentang & Ubi150 – 250 kg/haPupuk dasar + susulan saat umbi membesarK sangat kritis untuk pembentukan dan pengisian umbi. Tanaman ini adalah pengguna K tertinggi.
Pisang & Tanaman Hias100 – 200 kg/haTiap 3-4 bulanPisang salah satu tanaman paling boros K. Kekurangan K = daun tepi kuning, buah kecil.
Produksi Pupuk NPKSesuai formula NPK targetProses granulasi pupuk majemukMOP adalah sumber K utama dalam hampir semua formula pupuk NPK compound di Indonesia.
Tips Penting Penggunaan MOP:
• Jangan aplikasikan terlalu dekat benih atau bibit  — KCl dalam konsentrasi tinggi di zona akar muda dapat menyebabkan salt injury (efek osmotik). Berikan jarak minimal 5-10 cm dari benih atau campurkan merata dengan tanah.
• Split dosis untuk efisiensi maksimal  — K mudah tercuci di tanah berpasir. Untuk sawit dan tanaman keras, bagi dosis tahunan menjadi 2-4 kali aplikasi, terutama menjelang musim hujan.
• Hindari MOP untuk tanaman sangat sensitif Cl  — tembakau, stroberi premium, anggur. Gunakan K2SO4 atau MKP sebagai pengganti untuk tanaman ini.
• Pada lahan dengan drainase buruk  — Cl dari MOP bisa terakumulasi di profil tanah. Monitor EC tanah secara berkala jika menggunakan MOP intensif di lahan bertekstur berat.
• Kombinasikan dengan pupuk N dan P  — K bekerja sinergis dengan N dan P. Program NPK lengkap selalu lebih efektif dari aplikasi K tunggal.

Panduan Identifikasi & Penanganan Defisiensi Kalium (K)

Defisiensi kalium adalah salah satu defisiensi paling umum dan paling merugikan pada tanaman perkebunan Indonesia. Berikut panduan identifikasi gejala dan penanganan per komoditas:

TanamanGejala Defisiensi Kalium (K)Solusi & Dosis MOP
Kelapa SawitOrange Spotting — bercak kuning-oranye di frond tua, bercak bertambah luas hingga frond coklat dan mati. Produksi TBS turun 10-40%.MOP 1-2 ton/ha/tahun atau KCl foliar 2-3% spray. Respons terlihat dalam 3-6 bulan.
PadiDaun tua kuning-coklat dari tepi dan ujung (marginal & tip scorch). Batang lemah, mudah rebah, pengisian biji tidak sempurna.MOP 50-100 kg/ha susulan. Gabungkan dengan silika untuk ketegapan batang.
JagungDaun tua mengering dari tepi ke tengah (firing). Tongkol kecil, biji tidak penuh di ujung tongkol (tip-back).MOP 75-150 kg/ha. Tambahkan saat gejala muncul di fase vegetatif.
Tomat & CabaiTepi daun tua kekuningan (marginal chlorosis) lalu mengering. Buah kecil, kulit tipis, mudah pecah (blossom end rot jika Cl berlebih — hati-hati dosis).Dosis sedang atau ganti dengan MKP/KNO3 untuk hortikultura sensitif Cl.
PisangTepi daun menguning dari bawah ke atas. Buah kecil, warna kurang menarik, matang tidak merata.MOP 100-200 g/tanaman/3 bulan. Pisang termasuk tanaman paling boros K.
TebuDaun tua kuning dari ujung, batang kurus, ruas pendek, rendemen gula (sukrosa) rendah.MOP 150-300 kg/ha. K langsung berhubungan dengan aktivitas enzim sukrosa sintetase.
Kunci Diagnosis Defisiensi Kalium:
• Daun TUA terpengaruh lebih dulu  — K adalah unsur mobile dalam tanaman — saat K kurang, tanaman ‘menarik’ K dari daun tua untuk daun muda. Gejala defisiensi K selalu dimulai dari daun tua (berbeda dari Ca dan B yang muncul di daun muda).
• Tepi dan ujung daun yang menguning/mengering  — K berperan dalam regulasi air dan transport gula. Kekurangan K menyebabkan nekrosis (pengeringan) dimulai dari tepi dan ujung daun tua — disebut ‘marginal scorch’ atau ‘tip burn’.
• Konfirmasi dengan analisis daun  — kadar K daun normal: 1.0-2.5% berat kering tergantung tanaman. Di bawah 0.8% biasanya menunjukkan defisiensi. Kirim sampel daun ke laboratorium PPKS, BPTP, atau universitas pertanian terdekat.

Keunggulan Membeli Pupuk MOP / KCL dari Kami

  1. MOP ex Canada dari Saskatchewan — tambang kalium terbesar dunia. Warna merah khas dan coating oil adalah penanda kualitas asli Canada. Origin Canada terjamin
  2. Certificate of Analysis untuk setiap lot pengiriman — krusial untuk kebutuhan audit dan QC pabrik pupuk NPK. COA per lot tersedia
  3. MOP selalu tersedia dalam stok reguler. Leadtime 1-2 hari untuk Jabodetabek. Stok ready Jakarta & Tangerang
  4. Perkebunan sawit di Sumatera dan Kalimantan, pabrik gula di Jawa, ladang jagung di Sulawesi — semua terlayani dengan estimasi waktu yang jelas. Pengiriman ke seluruh Indonesia
  5. PT Makro Chemindo melayani lebih dari 1.000 klien pertanian dan industri di seluruh Indonesia sejak 1999. 25+ tahun pengalaman
Hubungi Kami untuk Penawaran Harga & Konsultasi Gratis
WhatsApp: +62 878-5984-7625  |  Telp: +62 21 4584-5230  |  makrochm@dnet.net.id 

Area Layanan & Industri Terlayani

WilayahIndustri Terlayani
Jakarta, TangerangPabrik pupuk, pengolahan air, industri kimia
Jawa Tengah & TimurPertanian, hidroponik, perkebunan
SumateraPerkebunan sawit, pabrik gula, industri pengolahan air
Kalimantan & SulawesiPerkebunan, pertambangan, industri kimia
Bali & NTBHortikultura, hidroponik

FAQ — Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang MOP

Q: Apa perbedaan MOP, K2SO4, KNO3, dan MKP sebagai sumber kalium?

A: Keempat sumber K memiliki kelebihan masing-masing: MOP (KCl) — K₂O 60%, harga paling murah, mengandung Cl 47%. Pilihan terbaik untuk pupuk dasar tanaman non-sensitif Cl seperti sawit, padi, tebu. K2SO4 — K₂O 50-52%, bebas klorida, tambah memberikan S (belerang). Pilihan untuk tanaman sensitif Cl dan yang butuh S. KNO3 — K₂O 46%, mengandung N 13%, larut sempurna. Untuk fertigasi K+N. MKP — K₂O 34%, mengandung P 52%, larut sempurna bebas Cl. Untuk fertigasi K+P fase generatif. Pilih MOP saat: prioritas biaya, tanaman tidak sensitif Cl, pupuk dasar broadcast. Pilih alternatif lain saat: fertigasi presisi atau tanaman sensitif klorida.

Q: Apakah MOP Canada berbeda dari MOP Belarus atau Jordan?

A: Ya, ada perbedaan meski komposisi kimia dasarnya sama (KCl, K₂O 60%): MOP Canada (Saskatchewan): warna merah khas dari mineral sylvite, coating oil, ukuran kristal seragam, konsistensi kualitas sangat tinggi karena berasal dari tambang underground dengan standar processing ketat. MOP Belarus (Belaruskali): umumnya berwarna pink atau putih, juga berkualitas tinggi. MOP Jordan: putih, dari sumber evaporit Laut Mati. Dari sisi kandungan K₂O ketiganya setara. Perbedaan utama pada warna, ukuran kristal, dan coating.

Q: Apakah MOP aman untuk kelapa sawit dan berapa dosis yang direkomendasikan?

A: Ya, MOP adalah pupuk kalium standar dan paling direkomendasikan untuk kelapa sawit oleh PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit). Sawit bukan tanaman sensitif klorida — sebaliknya sawit membutuhkan K dalam jumlah besar (unsur hara terbesar kedua setelah N). Dosis rekomendasi umum: TBM (Tanaman Belum Menghasilkan): 500 kg – 1 ton MOP/ha/tahun. TM (Tanaman Menghasilkan): 1 – 2 ton MOP/ha/tahun tergantung umur dan produksi. Aplikasi 2-4 kali per tahun, sebar merata di piringan atau inter-row. Pada tanah gambut atau tanah bertekstur berat dengan drainase buruk, monitor EC tanah secara berkala.

Q: Mengapa MOP tidak boleh digunakan untuk tembakau dan stroberi?

A: Karena kandungan klorida (Cl) MOP yang tinggi — sekitar 47% Cl. Untuk tembakau: Cl mengganggu proses pembakaran daun tembakau kering, menyebabkan daun tidak terbakar sempurna (non-burning). Ini menurunkan kualitas dan harga jual daun tembakau secara drastis. Regulasi industri rokok mensyaratkan kadar Cl dalam tembakau sangat rendah. Untuk stroberi: Cl dalam konsentrasi tinggi menyebabkan leaf burn (tepi daun menghitam), menghambat pertumbuhan, dan menurunkan kualitas buah. Stroberi juga sangat sensitif terhadap salinitas tinggi yang ditimbulkan akumulasi Cl. Untuk tanaman-tanaman ini, gunakan K2SO4 atau MKP sebagai pengganti MOP.

Q: Bagaimana cara penyimpanan MOP yang benar agar tidak menggumpal?

A: MOP Canada dengan coating oil sudah dirancang untuk meminimalkan penggumpalan. Namun tetap diperlukan penyimpanan yang benar: simpan di gudang yang kering dengan atap tidak bocor — kelembaban adalah penyebab utama penggumpalan KCl. Letakkan di atas palet kayu, jangan langsung di lantai semen yang lembab. Tumpuk maksimal 5-6 bag untuk mencegah crushing bag bawah yang meningkatkan penggumpalan. Hindari penyimpanan berdekatan dengan pupuk bernitrogen (Urea, ZA) karena bisa menyebabkan higroskopisitas campuran meningkat. Jika sudah menggumpal: MOP yang menggumpal masih bisa digunakan setelah dihancurkan — kandungan K₂O tidak berubah. Gunakan sebelum musim hujan berikutnya.

Q: Berapa lama pengiriman MOP ke Sumatera dan Kalimantan?

A: Estimasi waktu pengiriman setelah pembayaran terkonfirmasi: Jabodetabek 1-2 hari kerja. Jawa (luar Jabodetabek) 2-4 hari kerja. Sumatera (Medan, Pekanbaru, Palembang) 4-7 hari kerja via darat/kapal. Kalimantan (Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak) 5-8 hari kerja via kapal. Sulawesi (Makassar, Palu) 6-10 hari kerja. Untuk pengiriman volume besar ke Sumatera dan Kalimantan (minimal 1 FCL / ±22 ton), tersedia opsi pengiriman langsung yang lebih efisien. Hubungi tim kami untuk estimasi biaya logistik ke lokasi spesifik Anda.

Produk Terkait

Pelanggan yang memesan MOP juga sering membutuhkan:

  • MKP (Mono Potassium Phosphate) — sumber K+P bebas klorida untuk fertigasi dan hidroponik
  • DAP (Diammonium Phosphate) — sumber N+P untuk pupuk dasar bersama MOP
  • MAP (Mono Ammonium Phosphate) — sumber N+P alternatif DAP untuk fertigasi
  • Urea / ZA — sumber N untuk program pupuk NPK lengkap

Lihat seluruh katalog produk di: makrochemindo.com/our-products

Hubungi Kami Sekarang untuk mendapatkan penawaran harga terbaik Pupuk MOP di Indonesia. Kami siap menjadi mitra bisnis bahan kimia industri Anda.

📍 Lokasi Kantor & Gudang (Pusat): Jakarta & Tangerang
📦 Pengiriman: Seluruh Indonesia
📞 Telepon: 021-45845230 / 087859847625
📧 Email: makrochm@dnet.net.id