
Dapatkan Penawaran Harga Terbaik Hari Ini!
Hubungi kami via WhatsApp: +62 878-5984-7625 | Email: makrochm@dnet.net.id
EDTA 4Na (TETRASODIUM EDTA)
Ethylenediaminetetraacetic Acid Tetrasodium Salt | ex China Import
C10H12N2Na4O8 | CAS: 64-02-8 | pH 10.5-11.5 | Chelating Agent | Deterjen | Kosmetik | Pertanian | Farmasi
✓ Kemurnian 99% min ✓ Chelating Agent Paling Serbaguna ✓ COA & MSDS Tersedia
Specification :
| Item | Standars | Result |
| Content | 99 % min | 99.2 % |
| Chloride | 0.01 % max | 0.005 % |
| PH (1% water solution) | 10.5-11.5 | 10.98 |
| Chelated Value ( mg CaCO3/g) | 215 min | 220 |
| Iron | 0.001% max | 0.0003 % |
| Heavy Metal (Pb) | 0.001% max | 0.0003 % |
| Packing | : 25 Kgs per Bag |
| Origin | : RRC |
| Ex | : Jackchem |
EDTA 4NA (Tetrasodium EDTA) – Kualitas Industri & Pangan | Importir Resmi Jackchem China
Kami adalah importir dan distributor EDTA 4NA (Tetrasodium EDTA) ex Jackchem China terpercaya di Indonesia. Produk ini tersedia Industrial Grade & Food Grade sehingga dapat digunakan di berbagai sektor seperti pengolahan makanan, kosmetik, farmasi, pengolahan air, industri tekstil, serta pembersih industri.
EDTA 4Na (Tetrasodium Ethylenediaminetetraacetate) adalah garam natrium dari EDTA (Ethylenediaminetetraacetic Acid) yang merupakan chelating agent (pengkelat) paling kuat dan paling banyak digunakan di dunia. Dengan kemampuan mengikat (mengkelat) ion logam berat seperti Ca2+, Mg2+, Fe3+, Cu2+, Mn2+, dan Pb2+ secara sangat kuat dan stabil, EDTA 4Na menjadi komponen kritis dalam formulasi deterjen, kosmetik, farmasi, pupuk mikro chelate, water treatment, dan berbagai industri kimia.
Mengapa EDTA 4Na adalah Chelating Agent Pilihan Industri Indonesia:
• Kekuatan chelasi luar biasa — konstanta stabilitas (log K) untuk Fe3+ mencapai 25.1 — artinya EDTA mengikat besi jutaan kali lebih kuat dari air biasa, menjaganya tetap dalam larutan stabil
• pH basa siap pakai — pH larutan 1% sekitar 10.5-11.5, langsung kompatibel dengan formula deterjen dan produk pembersih alkali tanpa perlu penyesuaian pH tambahan
• Kelarutan sangat tinggi — 500 g/L pada 25 C, jauh lebih mudah larut dari EDTA 2Na. Memudahkan pembuatan larutan konsentrat untuk berbagai proses industri
• Serbaguna lintas industri — satu bahan, digunakan di 10+ industri berbeda: dari deterjen, kosmetik, farmasi, pertanian (pupuk chelate), water treatment, hingga pengolahan logam
Apa itu Chelating Agent? Mengapa EDTA 4Na Begitu Penting?
Chelating agent (dari bahasa Yunani ‘chele’ = capit kepiting) adalah molekul yang dapat menangkap dan mengikat ion logam dengan membentuk kompleks siklik yang sangat stabil. Bayangkan chelating agent seperti ‘kepiting kimia’ yang mencapit ion logam dari semua sisi sehingga logam tidak dapat bereaksi dengan komponen lain dalam formulasi.
EDTA (Ethylenediaminetetraacetic Acid) adalah chelating agent sintetis terkuat yang paling banyak diproduksi — lebih dari 300.000 ton/tahun diproduksi secara global. Molekul EDTA memiliki 6 tempat pengikatan (hexadentate ligand): 2 atom nitrogen dan 4 gugus karboksilat, yang secara bersamaan mencapit ion logam dari 6 sisi membentuk kompleks oktahedral yang sangat stabil.
Spesifikasi Produk EDTA 4NA
- Nama Kimia: Ethylenediaminetetraacetic Acid Tetrasodium Salt (EDTA4NA)
- Kemurnian: ≥ 99%
- Bentuk: Bubuk kristal putih
- Kelarutan: Larut sempurna dalam air
- Grade: Industrial Grade & Food Grade
- Kemasan: 25 kg / zak
- Asal: Jackchem – China
Aplikasi EDTA 4NA di Berbagai Industri
- Industri Pengolahan Air & Boiler – Scale inhibitor dan dispersant dalam sistem boiler, cooling tower, dan sistem air panas industri. Mengikat Ca2+ dan Mg2+ mencegah pembentukan kerak CaCO3 dan CaSO4 yang menyumbat pipa dan mengurangi efisiensi transfer panas. Juga sebagai descaling agent untuk membersihkan kerak yang sudah terbentuk.
- Industri Kosmetik & Perawatan Pribadi – Pengawet chelating dalam shampoo, conditioner, sabun cair, krim, lotion, dan toner. Mengikat Fe2+, Cu2+, dan Mn2+ yang menjadi katalis oksidasi minyak dan antioksidan dalam formulasi — secara signifikan memperpanjang shelf life. Sinergis dengan pengawet konvensional (paraben, phenoxyethanol) sehingga memungkinkan pengurangan kadar pengawet. Mempertahankan kejernihan dan warna produk.
- Industri Farmasi dan Medis – Pengawet chelating dalam larutan injeksi, tetes mata, tetes hidung, dan larutan hemodialisis. Menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa dan bakteri gram negatif lainnya dengan chelasi Ca2+ dari outer membrane sel bakteri. Dosis: 0.005-0.1% tergantung formulasi. PENTING: gunakan EDTA 2Na (bukan 4Na) untuk farmasi — pH 4Na terlalu tinggi untuk banyak formulasi farmasi.
- Industri Makanan & Minuman – Chelating agent dan sekuestran dalam pengolahan pangan industri: mencegah oksidasi lemak dan minyak, mempertahankan warna produk sayuran kaleng, dan menghambat browning enzimatis. CATATAN: untuk kontak langsung produk pangan konsumsi, gunakan EDTA 2Na Food Grade (E385), bukan EDTA 4Na Technical Grade.
- Industri Pulp, Kertas & Tekstil – Sequestering agent dalam proses pemutihan kertas (bleaching) untuk mengkomplekskan ion logam (Fe, Mn) yang menghambat efektivitas H2O2 bleach dan merusak selulosa. Dalam industri tekstil, mengikat logam yang mengganggu proses pewarnaan dan merusak pewarna reaktif.
- Industri Pembersih & Detergent – Builder chelating dalam deterjen cair dan powder rumah tangga maupun industri. Mengikat Ca2+ dan Mg2+ dari air sadah sebelum bereaksi dengan surfaktan, meningkatkan efektivitas pencucian. Juga mencegah redisposisi kotoran ke kain (anti-redeposition). Digunakan bersama surfaktan anionic (LAS, AES, SLS) dan non-ionic (AEO).
- CIP & Sanitasi Industri – Komponen dalam larutan CIP (Clean-in-Place) untuk industri pangan, minuman, dan farmasi. Membantu melepaskan deposit mineral dan protein dari permukaan stainless steel. Sinergis dengan NaOH dalam CIP alkali — meningkatkan efektivitas pembersihan kerak mineral.
- Pertanian — Pupuk Chelate – Bahan baku pembuatan pupuk chelate mikro: Fe-EDTA (pupuk Fe untuk klorosis tanaman), Zn-EDTA (pupuk Zn untuk defisiensi zinc), Mn-EDTA, Cu-EDTA. Pupuk chelate EDTA mempertahankan mikronutrien dalam bentuk larut di tanah pH 6-8 sehingga tersedia diserap akar. Kritis untuk hidroponik dan fertigasi intensif.
- Electroplating & Metal Finishing – Chelating agent dalam larutan electroplating tembaga, nikel tanpa arus (electroless nickel), dan proses metal finishing lainnya. EDTA mengontrol konsentrasi ion logam bebas dalam larutan plating, menghasilkan deposit yang lebih halus dan merata.
- Pengolahan Limbah Industri – Chelasi ion logam berat (Pb, Cd, Ni, Cr) dalam air limbah industri elektroplating, tekstil, dan pertambangan. Kompleks EDTA-logam berat yang terbentuk kemudian dipisahkan dengan koagulasi atau membrane filtration. CATATAN: EDTA sangat persisten di lingkungan — penggunaan harus dikontrol dan limbah EDTA harus diolah.
Masalah yang Diselesaikan EDTA 4Na di Setiap Industri:
• Deterjen & Pembersih — air sadah (hard water) mengandung Ca2+ dan Mg2+ yang bereaksi dengan surfaktan membentuk ‘sabun kalsium’ tidak larut (soap scum). EDTA mengikat Ca2+ dan Mg2+ sebelum mereka mengganggu surfaktan — meningkatkan efektivitas pembersihan 20-40%.
• Kosmetik & Personal Care — ion logam Fe2+, Cu2+, dan Mn2+ dalam formulasi kosmetik bertindak sebagai katalis oksidasi yang mempercepat ketengikan minyak, perubahan warna, dan degradasi antioksidan. EDTA mengikat logam-logam ini, memperpanjang shelf life produk.
• Pertanian (Pupuk Chelate) — unsur mikro Fe, Mn, Zn, Cu di tanah sering tidak tersedia karena terikat oleh partikel tanah (terutama di pH tinggi). EDTA mengikat logam-logam ini membentuk Fe-EDTA, Zn-EDTA, dll. yang tetap larut dan tersedia diserap akar tanaman.
• Farmasi & Injeksi — ion logam dalam larutan farmasi dapat mengkatalisis degradasi bahan aktif obat. EDTA sebagai pengawet chelating menjaga stabilitas produk dan menghambat pertumbuhan bakteri dengan mengikat Ca2+ dari dinding sel bakteri.
• Water Treatment — kerak kalsium karbonat (CaCO3) dan magnesium sulfat (MgSO4) menyumbat pipa boiler dan sistem pendingin. EDTA mengikat Ca2+ dan Mg2+ mencegah pembentukan kerak, memperpanjang umur sistem.
| Butuh EDTA 4Na untuk Industri Anda? Chat WhatsApp — penawaran harga & konsultasi | +62 878-5984-7625 |
Tips Penting Penggunaan EDTA 4Na:
• Larutkan dalam air dulu — EDTA 4Na mudah larut dalam air pada suhu kamar. Untuk konsentrasi >20%, gunakan air hangat (40-60 C) untuk mempercepat pelarutan. Aduk terus sampai larutan jernih sempurna.
• Urutan penambahan dalam formulasi — selalu tambahkan EDTA ke air terlebih dahulu SEBELUM bahan lain, terutama sebelum surfaktan dan elektrolit. Ini memastikan EDTA sudah mengikat logam dalam air sebelum surfaktan bisa terganggu.
• Dosis efektif sangat kecil — efektivitas chelasi EDTA sangat tinggi. Konsentrasi 0.1% (1 g/L) sudah cukup mengikat semua Ca2+ dalam 500 liter air dengan kesadahan 200 mg/L CaCO3. Jangan overdosis — tidak meningkatkan efektivitas dan membuang biaya.• Kompatibilitas dengan kationik — EDTA 4Na bermuatan negatif (anionik) — TIDAK kompatibel dengan surfaktan kationik (CTAC, BTAC) karena akan membentuk kompleks tidak larut. Gunakan dengan surfaktan anionik atau non-ionik.
Target Lokasi & Industri yang Kami Layani
| Wilayah | Industri Utama |
|---|---|
| Jakarta, Tangerang, Bekasi | Pengolahan air, kosmetik, pabrik pembersih |
| Surabaya & Jawa Timur | Pabrik makanan & minuman, tekstil |
| Sumatera & Kalimantan | Industri perkebunan & pengolahan hasil bumi |
| Bandung & sekitarnya | Pabrik farmasi & kosmetik |
| Bali & Sulawesi | Hotel, industri |
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1: Apa perbedaan EDTA 4Na dengan EDTA 2Na dan mana yang harus saya gunakan?
A: Perbedaan utama ada pada jumlah atom natrium, pH larutan, dan kelarutan: EDTA 4Na (Tetrasodium) memiliki 4 atom Na, pH larutan 1% = 10.5-11.5 (basa kuat), kelarutan ~500 g/L (sangat tinggi). Pilih untuk: deterjen cair dan powder, produk pembersih alkali, formula kosmetik berbasis basa, water treatment. EDTA 2Na (Disodium) memiliki 2 atom Na, pH larutan 1% = 4.0-5.0 (asam lemah), kelarutan ~100 g/L. Pilih untuk: farmasi (injeksi, tetes mata), kosmetik umum (pH 5-7), produk pangan (E385), formula di pH rendah. Untuk deterjen dan produk pembersih — EDTA 4Na lebih praktis karena kelarutannya jauh lebih tinggi dan tidak perlu menaikkan pH. Untuk farmasi dan kosmetik pH rendah — EDTA 2Na lebih tepat.
Q2: Berapa dosis EDTA 4Na yang tepat untuk formula deterjen cair?
A: Untuk deterjen cair rumah tangga: 0.1-0.3% EDTA 4Na sudah cukup untuk mengikat semua Ca2+ dan Mg2+ dalam air dengan kesadahan sedang (150-200 mg/L CaCO3). Untuk deterjen industri atau area dengan air sangat sadah (>300 mg/L): 0.3-0.5%. Cara menghitung kebutuhan yang tepat: 1 gram EDTA mengikat sekitar 107 mg Ca2+ atau 72 mg Mg2+. Jika air memiliki kesadahan 200 mg/L (sebagai CaCO3), butuh sekitar 0.16 g EDTA per liter untuk mengikat semua Ca2+. Dalam praktiknya, tambahkan 20-50% ekses di atas kebutuhan teoritis untuk margin keamanan.
Q3: Apakah EDTA 4Na bisa digunakan langsung untuk membuat pupuk Fe-EDTA?
A: Ya, EDTA 4Na Technical Grade bisa digunakan untuk membuat Fe-EDTA untuk pupuk tanaman (hidroponik, fertigasi). Caranya: larutkan EDTA 4Na dalam air, tambahkan FeSO4.7H2O dengan rasio molar 1:1 (atau gunakan panduan tabel kami), aduk hingga larutan berwarna kuning cerah (tanda Fe-EDTA terbentuk), sesuaikan pH ke 6.5-7.5. Larutan Fe-EDTA yang terbentuk bisa langsung digunakan sebagai sumber Fe untuk larutan nutrisi hidroponik atau fertigasi. Untuk aplikasi pangan atau suplemen hewan — wajib menggunakan EDTA grade khusus (food/feed grade). Hubungi kami untuk panduan teknis lebih detail.
Q4: Mengapa EDTA tidak kompatibel dengan surfaktan kationik?
A: EDTA 4Na bermuatan negatif (anion) di semua pH karena keempat gugus karboksilatnya terionisasi. Surfaktan kationik memiliki kepala bermuatan positif. Ketika dicampurkan, terjadi interaksi elektrostatik antara EDTA (anion) dan surfaktan kationik (kation) yang membentuk kompleks tidak larut — larutan menjadi keruh atau mengendap. Ini bukan reaksi kimia berbahaya, tapi membuat formulasi tidak dapat digunakan (produk tidak jernih, tidak stabil). Solusi: jika formulasi mengharuskan kationik surfaktan dan chelating agent sekaligus, gunakan EDTA 2Na pada pH rendah (di mana kationik biasa digunakan) atau gunakan chelating agent yang lebih kompatibel dengan kationik seperti citric acid.
Q5: Bagaimana cara menentukan apakah air yang saya gunakan membutuhkan EDTA dan berapa dosisnya?
A: Ukur kesadahan air (water hardness) menggunakan test kit kesadahan yang mudah didapat. Interpretasi: <60 mg/L CaCO3 = air lunak (soft) — EDTA minimal atau tidak perlu; 60-120 mg/L = air cukup sadah — EDTA 0.05-0.1% cukup; 120-180 mg/L = air sadah (hard) — EDTA 0.1-0.2%; >180 mg/L = air sangat sadah (very hard) — EDTA 0.2-0.5%. Di Indonesia, air PDAM Jakarta umumnya sadah sedang-tinggi (120-250 mg/L). Air dari sumur bor di daerah kapur bisa >300 mg/L. Air hujan atau air reverse osmosis memiliki kesadahan sangat rendah dan tidak membutuhkan chelating agent.
Produk Terkait
Pelanggan yang memesan EDTA 4Na juga sering membutuhkan:
| Citric Acid Monohydrate Chelating agent alami / asam sitrat | Sodium Metabisulphite Antioksidan & reducing agent | Ferrous Sulphate FeSO4 untuk membuat Fe-EDTA chelate |
Lihat seluruh katalog produk bahan kimia industri kami di: makrochemindo.com/our-products
Hubungi Kami Sekarang untuk mendapatkan penawaran harga terbaik EDTA4NA di Indonesia. Kami siap menjadi mitra bisnis bahan kimia industri Anda.
📍 Lokasi Kantor & Gudang (Pusat): Jakarta & Tangerang
📦 Pengiriman: Seluruh Indonesia
📞 Telepon: 021-45845230 / 087859847625
📧 Email: makrochm@dnet.net.id